Berita

Seorang anggota staf memeriksa stok minyak nabati di pusat distribusi supermarket di Zhangjiajie, Provinsi Hunan, China tengah/Net

Dunia

Beijing: Larangan Ekspor Minyak Sawit Indonesia Bikin Sulit, Tapi Bisa Tingkatkan Permintaan Minyak Kacang Tanah di China

SELASA, 26 APRIL 2022 | 07:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Pemerintah Indonesia untuk menerapkan larangan ekspor minyak sawit mendapat tanggapan dari sejumlah pelaku bisnis dan pengamat di China.

Mereka mengatakan bahwa sebagai importir minyak sawit terbesar kedua di dunia, China mungkin menghadapi kesulitan pasokan jangka pendek jika larangan itu berlanjut.

Presiden Joko Widodo baru-baru ini mengatakan larangan ekspor dikeluarkan untuk mengamankan pasokan makanan dalam negeri, semenjak dua eksportir biji-bijian terbesar dunia, Rusia dan Ukraina, terkunci dalam konflik. Larangan ini pernah disinggung juga oleh Jokowi pada Oktober 2021 lalu, bahwa ekspor minyak sawit mentah mungkin akan dilarang di masa depan.


Tokoh dalam industri grosir dan eceran biji-bijian yang berbasis di Shanghai, Chen Hao, mengatakan kepada media pemerintah, Global Times, bahwa minyak kelapa sawit adalah minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi di dunia dalam industri dengan volume perdagangan tertinggi.
 
"Harga domestik untuk minyak kedelai, minyak kacang tanah dan minyak colza akan naik karena meskipun permintaan secara keseluruhan tetap normal, minyak sawit, sumber pasokan utama, menurun," kata Chen.

China mengimpor 258.300 ton minyak sawit dari Indonesia dan 242.800 ton dari Malaysia pada kuartal pertama 2022, masing-masing menyumbang sekitar 52 persen dan 48 persen dari total impor China, menurut situs informasi perdagangan komoditas China mysteel.com.

Jiao Shanwei, pemimpin redaksi cngrain.com, mengatakan bahwa dampak larangan akan terlihat jelas dalam jangka pendek, dan biaya akan melonjak untuk pengguna hilir seperti produksi dan pemrosesan makanan.

"Namun, operasi normal perdagangan minyak colza China-Rusia, dan kacang tanah yang diimpor dari AS di bawah perjanjian perdagangan bilateral, dapat meredakan ketegangan saat ini," kata Jiao.

Minyak kacang tanah adalah pengganti utama minyak sawit di China. Untuk mengamankan ketahanan pangan negara, Provinsi Heilongjiang China Timur Laut mengumumkan pada hari Sabtu bahwa provinsi tersebut berencana untuk memperbesar area penanaman kacang tanah hingga melebihi 10 juta mu (666.666,67 hektar), meningkatkan produksi sebesar 2,6 miliar jin (1,3 miliar ton) pada tahun 2022

"Kesenjangan pasokan kelapa sawit pasti akan meningkatkan permintaan kacang tanah," kata Chen.

"Otoritas terkait seperti China Grain Reserves akan melepaskan cadangan kacang tanah jika harga meroket di luar penerimaan pasar," ujarnya.

Liu Zongyi, sekretaris jenderal Pusat Penelitian untuk Kerjasama China-Asia Selatan di Institut Studi Internasional Shanghai juga ikut berkomentar atas keputusan Indonesia.

“Selain mengamankan pasokan di dalam negeri, Indonesia juga bertujuan untuk memperkuat posisi globalnya sebagai pengekspor komoditas penting,” kata Liu.

Liu mencatat larangan ekspor minyak sawit Indonesia dapat melindungi industri pengolahan minyak dalam negeri, tujuan yang sama dengan larangan ekspor bijih nikel. Pada awal 2022, Indonesia melarang ekspor batu bara dan bijih nikel. 

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya