Berita

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Roberth Rouw/Net

Politik

Kata Nasdem Ketersediaan Pangan Dunia Menipis, Kader Diminta Bergerak

JUMAT, 15 APRIL 2022 | 09:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia selama dua tahun lebih membuat ketersediaan pangan global semakin menipis. Situasi pangan menjadi lebih buruk akibat terjadinya konflik antara Rusia dan Ukraina.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Roberth Rouw berujar, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyebutkan harga pangan mencapai titik tertinggi akibat perang Ukraina dan Rusia.

"Sementara banyak negara lain bergantung dengan hasil pangan dari kedua negara tersebut," ujar Robert dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/4).


Ketersediaan pangan dunia yang semakin menipis secara otomatis berakibat buruk bagi kebutuhan pangan di Indonesia. Karenanya, harga-harga pangan dan kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga dan angka inflasi.

"Jika tidak diantisipasi, maka akan berpengaruh terhadap stabilitas pangan di dalam negeri. Fraksi Partai Nasdem mempunyai kepentingan untuk menjaga agar krisis pangan ini tidak terjadi di dalam negeri," ujarnya.

Untuk menyikapi berbagai permasalahan pangan dunia, Fraksi Nasdem menyampaikan tiga hal penting. Pertama, mendukung secara kritis dan konstruktif pemerintahan Jokowi sampai 2024 mendatang.

Kedua, mendukung sikap pemerintahan Indonesia yang melakukan sikap abstain di sidang Dewan Keamanan PBB terkait masalah Ukraina.

Yang ketiga, meminta seluruh anggota fraksi untuk melakukan pemantauan ketersedian pasokan sembako dan keterjangkauan harga di seluruh Indonesia serta harga dan jumlah bahan energi.

"Untuk itu, Fraksi Nasdem membuka posko pengaduan terkait masalah sembako dan energi," tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya