Berita

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Ketua PKS: Jika Big Data Luhut Tidak Dibuka, Maka akan Terus Timbul Kebisingan

KAMIS, 14 APRIL 2022 | 09:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang meminta Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan untuk membuktikan klaim big data terkait mayoritas masyarakat ingin Pemilu 2024 ditunda, sudah tepat.

Pasalnya, seorang pejabat negara sejatinya memiliki tanggung jawab atas apa yang disampaikan di publik.

"Mestinya dibuka ke publik. Etika kepemimpinan, apalagi pejabat negara, mesti transparan dan akuntabel," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis (14/4).


Sebab, kata dia, Luhut kadung melemparkan wacana penundaan Pemilu 2024 dengan klaim big data dan secara otomatis itu menjadi isu publik. Jadi sudah semestinya dibuka saja kepada publik data tersebut.

"Biar diskusinya tuntas. Data dibalas data. Analisa dibalas analisa. Jika tidak dibuka justru hanya menimbulkan kebisingan. Tidak produktif," tegas anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS ini.

Lebih lanjut, Mardani menyebut persoalan apakah klaim big data apabila yang tidak dijelaskan kepada publik bisa disebut menyebarkan informasi bohong atau hoax, sepenuhnya kewenangan penegak hukum.

"Bab hukuman, monggo aparat yang berwenang," pungkasnya. 

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya