Berita

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri/RMOL

Hukum

Kasus TPPU Rahmat Effendi, Direktur Summarecon Agung Mangkir dari Panggilan KPK

SELASA, 12 APRIL 2022 | 12:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Petinggi Summarecon Agung mangkir dari panggilan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seharusnya ia menjalani pemeriksaan pada Senin kemarin (1/4) dalam perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Walikota Bekasi nonaktif, Rahmat Effendi (RE) alias Pepen.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, tim penyidik telah memanggil beberapa orang saksi saksi pada Senin (11/4).

"Senin (11/4) bertempat di Gedung Merah Putih KPK, tim penyidik telah memeriksa sejumlah saksi," ujar Ali kepada wartawan, Selasa (12/4).


Saksi-saksi yang telah hadir dan diperiksa yaitu Peter Soeganda selaku Marketing BIT Money Changer Mal Metropolitan Bekasi; dan Heri Subroto dari BPJS Ketenagakerjaan Bekasi.

Untuk saksi Peter, kata Ali, tim penyidik mendalami pengetahuannya antara lain terkait dugaan adanya penukaran sejumlah uang dalam bentuk mata uang asing oleh tersangka Pepen melalui beberapa orang kepercayaannya.

Sementara saksi Heri didalami pengetahuannya antara lain terkait dugaan adanya aliran sejumlah uang untuk tersangka Pepen dari beberapa pihak.

"Saksi Oon Nusihono selaku Direktur Sumamrecon Agung dan Ahmad Faisal selaku Kepala Cabang Bank BJB Bekasi, tidak hadir dan telah mengkonfirmasi pada tim penyidik untuk dilakukan penjadwalan ulang," pungkas Ali.

Pepen sendiri telah kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus berbeda. Kini Pepen juga menyandang status tersangka dalam kasus dugaan TPPU.  KPK menduga ada upaya uang hasil tindak pidana korupsi Pepen dialihkan atau diubah bentuk menjadi aset.

Untuk kasus suap terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Pepen juga menjadi tersangka yang kini proses penyidikannya masih berlangsung.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya