Berita

Pria bertopi hitam diduga Dhia Ul Haq orang pertama yang memukul Ade Armando/Repro

Politik

Ade Armando Babak Belur Dihajar Massa, Polda Metro Jaya Sudah Kantongi Pelakunya

SENIN, 11 APRIL 2022 | 19:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ade Armando babak belur dihajar massa aksi di depan gedung DPR RI, Senayan, sekira pukul 15.50 WIB, Senin (11/4). Ade Armando berada di lokasi karena sedang memantau aksi elemen BEM SI.

Dari sejumlah video yang beredar salah seorang pria yang diduga merupakan pelaku pertama pemukulan Ade Armando tertangkap kamera.

Pria tersebut mengenakan jaket hoodie berwarna hitam dan mengenakan topi dengan warna yang sama.


Semula Ade Armando diamankan oleh seorang pria berjaket hitam yang tampak merangkul Ade Armando. Akademisi yang beken menjadi loyalis Jokowi itu tampak diamankan karena sempat adu mulut dengan seorang wanita di lokasi.

Lantas, pria berjaket hoodie hitam tersebut melayangkan pukulan di bagian belakang kepala Ade Armando. Sontak, seluruh massa aksi yang berada dekat dengan Ade Armando ikut memberi bogem kepadanya hingga babak belur.

Ade Armando lantas diamankan oleh aparat kepolisian dan dilarikan ke dalam gedung DPR RI karena mengalami luka lebam yang cukup parah di bagian wajah serta hampir ditelanjangi oleh massa.

Tersebar di sosial para pelaku pengeroyokan Ade Armando. Salah satunya bernama Dhia Ul Haq yang merupakan orang pertama yang memukul Ade Armando.

"Untuk para pelaku, kami sudah mengidentifikasi kelompoknya sekaligus orang-orangnya," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Senin (11/4).

Pihaknya mengatakan akan merilis para pelaku dan mengumumkan identitas mereka untuk dilakukan pencarian oleh tim penyidik.

"Besok mungkin kami akan melakukan upaya penegakkan hukum. Mengumumkan identitas pelaku. Jika tak menyerahkan diri kami akan tangkap," tutupnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya