Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo/Net

Politik

Sembako dan BBM Meroket, Presiden Tiga Periode Semakin Tidak Relevan

JUMAT, 01 APRIL 2022 | 10:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Naiknya barang-barang kebutuhan pokok tentu membuat rakyat semakin terpuruk. Teranyar, pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan dalih menyesuaikan harga minyak dunia yang semakin melonjak.

Menurut pandangan pengamat politik Jamiuddin Ritonga, kenaikan sejumlah harga komuditas pangan dan migas akan membuat rakyat semakin frustasi.

"Sebagian besar rakyat semakin tak mampu memenuhi sandang dan pangannya,” ucap Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (1/4).


Jamliuddin mengingatkan sejarah politik di Asia Tenggara, permasalahan pangan kerap membuat kegaduhan sosial yang kemudian diikuti kekisruhan politik. Hal ini tentu harus ditanggulangi pemerintah dengan baik jika tidak ingin melihat rakyat marah.

"Revolusi sosial kerap terjadi karena permasalahan perut rakyatnya. Karena itu, permasalahan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok dapat berdampak terhadap perut rakyat. Kalau hal ini terjadi, amarah rakyat akan sulit diatasi,” tegasnya.

Selain itu, Jamiluddin memandang kondisi serba sulit ini pun makin membuat wacana penambahan masa jabatan presiden tidak relevan..

"Kondisi tersebut juga membantah kelayakan wacana presiden tiga periode. Tak ada bukti empiris yang meyakinkan pemerintah ini akan mampu memulihkan ekonomi,” katanya.

"Janji pertumbuhan ekonomi 8 persen juga tak pernah terealisir.  Karena itu, tak ada prestasi membanggakan sehingga diperlukan presiden tiga periode,” imbuhnya.

Maka seharusnya, kata Jamiluddin, Presiden Joko Widodo lebih baik fokus kerja untuk mengatasi permasalahan dalam negeri jelang akhir masa jabatannya.

"Jadi, pemerintahan Jokowi lebih baik concern memyelesaikan masa baktinya hingga 2024. Bila terus diganggu dengan wacana presiden tiga periode, maka situasi ekonomi dan politik akan semakin dalam ketidakpastian,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya