Berita

Direktur Investigasi KPPU, Gopprera Panggabean/Net

Politik

Endus Harga Migor Abnormal Sejak Tahun 2020, KPPU: Ada Indikasi Sistem Pasar Tak Kompetitif

KAMIS, 31 MARET 2022 | 19:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Fluktuasi atau pergerakan harga minyak goreng (migor) teramati tidak wajar. Komite Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mencatat ketidakwajaran penetapan harga oleh segelintir produsen yang menguasai pasar terjadi sejak tahun 2020.

"Ini berdasarkan data harga beli minyak goreng yang sudah kita peroleh dari peratail. Sejak tahun 2020 sampai Desember 2021 diduga ada pergerakan harga migor yang sama diantara para produsen," ujar Direktur Investigasi KPPU, Gopprera Panggabean kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (31/3).

Gopprera menjelaskan, dugaan tersebut diperkuat dengan pergerakan harga migor yang disepakati para produsen tidak sejalan dengan fluktuasi harga crude palm oil (CPO) di pasar.


"Ada periode di mana harga CPO turun namun harga jual migor stabil. Namun ada periode di mana harga CPO stabil namun harga jual migor naik. Dan ada periode di mana harga CPO turun namun harga migor di pasar naik," paparnya.

Dari situ, Gopprera menyatakan bahwa ada fenomena yang tidak wajar terjadi dalam proses penetapan harga produksi migor oleh produsen. Karena pada dasarnya, CPO merupakan biaya bahan baku langsung yang proporsinya cukup besar untuk harga pokok produksi minyak goreng.

"Sehingga perubahan harga CPO pengaruhnya cukup signifikan. Seharusnya mempengaruhi biaya produksi minyak goreng, yang akhirnya berdampak pada harga jual minyak goreng produsen migor," paparnya.

Maka dari itu, Gopprera memastikan KPPU bakal mendalami dugaan kenaikan harga migor yang sama di antara para produsen dalam proses penyelidikan, yang mana telah diperkuat oleh keterangan dan dokumen perubahan harga yang diterima peretail.

Di samping itu, Gopprera juga mempertimbangkan kompetisi pasar yang ada di komoditas migor yang merupakan produk bersifat homogen. Artinya persaingan harga di antara para produsen adalah yang utama karena kualitas dari barang yang diproduksi hampir sama.

"Artinya kalau ada satu merek tertentu naik akan mengakibatkan konsumen beralih ke produk lain. Namun faktanya kenapa pergerakan harga pada produsen tersebut tidak sejalan dengan perubahan harga CPO? Harusnya kalau turun ya turun dong. Dan kalau tetap dia tetap," jelasnya.

"Nah, apakah kondisi ini mengindikasikan pasar tidak berjalan sebagaimana pasar yang kompetitif, yang bisa jadi memang karena adanya dugaan koordinasi terkait dengan penetapan harga," demikian Gopprera.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya