Berita

Ekonom senior, DR Rizal Ramli/Net

Publika

Bagaimana Rizal Ramli Menangani Minyak Goreng

OLEH: RADHAR TRIBASKORO*
SELASA, 29 MARET 2022 | 11:38 WIB

BUKAN cuma sekarang, tahun 2000 dulu harga CPO pernah naik 100 persen. Pengusaha sawit untung besar dari ekspor. Tetapi mereka pengin untung lebih besar dengan menjual jatah CPO untuk keperluan domestik (DMO). Harga migor (minyak goreng) pun merambat naik.

Rizal Ramli, ketika itu Menko Ekuin, memanggil Menteri Perdagangan untuk menyelesaikan masalah itu. Menperdag saat itu bernama Luhut Binsar Pandjaitan.

Rizal Ramli bilang kepada Luhut. "Bang Luhut, ini daftar pengusaha CPO dan ini daftar pengusaha produsen migor. Panggil mereka."


Kemudian lanjut Rizal, "Katakan kepada mereka 3 hal. Pertama, jangan serakah berlebihan. Kalian sudah untung dari ekspor, jangan jatah utk rakyat dimakan lagi. Kedua, jangan sampai kacang lupa pada kulitnya. Kalian dibantu membangun kebun dan pabrik oleh Kredit Likuiditas Bank Indonesia. Bunganya cuma 2 persen, sementara di luaran rakyat memikul beban bunga sampai 12 persen. Ketiga, kalau kalian tidak menurut, saya akan terjunkan tim untuk periksa semua laporan pajak anda.”

Menperdag Luhut seperti meloncat dari kursinya. "Siap laksanakan Pak Menko. Saya paling suka menginjak kaki orang."

Tidak berapa lama harga migor turun.

Sekarang Luhut Binsar Panjaitan menjadi Menko. Tetapi harga migor justru naik pesat sampai 100 persen.

Jadi bukan kita tidak bisa mengatasi masalah. Persoalannya adalah pemihakan. Kepada siapa pemerintah memihak? Kalau pemerintah memihak penguasa maka rakyat pasti jadi korban.

*Penulis adalah pemerhati isu-isu sosial politik kemasyarakatan

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya