Berita

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov/Net

Dunia

Lavrov: Negara Barat Berupaya Mempolitisasi Krisis Ukraina untuk Menciptakan Sentimen anti-Rusia

JUMAT, 25 MARET 2022 | 06:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Negara-negara Barat berusaha mempolitisasi krisis Ukraina. Membuat seolah apa yang terjadi di Ukraina saat ini murni kesalahan Rusia, dan berusaha menciptakan sentimen anti-Rusia.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan hal itu selama pertemuannya dengan Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Peter Maurer di Moskow pada Kamis (24/3), menunjukkan bahwa situasi kemanusiaan di Ukraina timur terus memburuk selama delapan tahun terakhir.

Ukraina telah melanggar perjanjian Minsk yang mengatur penghentian pertempuran di Donbas. Lavrov menekankan bahwa Barat telah melupakan apa yang telah dilakukan Ukraina ketika mereka menghancurkan pemukiman, rumah sakit, dan sekolah di Donbas, juga mengorbankan nyawa ribuan warga sipil sejak bertahun-tahun lalu.


Lavrov mengajak orang untuk menyimak sikap negara-negara Barat yang selama ini berusaha mempolitisasi situasi saat ini untuk melawan Rusia.

"Bukti lain dari itu muncul kemarin selama pemungutan suara pada resolusi yang diajukan oleh Rusia, yang – jika disahkan – telah membantu memecahkan banyak masalah di lapangan, termasuk yang dihadapi tim ICRC di Ukraina," kata Lavrov, seperti dikutip dari TASS.

Lavrov menegaskan kembali bahwa Moskow peduli untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan di Ukraina, terutama mengevakuasi warga sipil dan memberikan bantuan kemanusiaan.

Ia berharap bahwa kunjungan Presiden ICRC akan membantu mencapai harapan Rusia.

Pada gilirannya, Maurer memuji dukungan Rusia kepada ICRC, selama tahun-tahun perang di Donbas terutama dalam kaitannya dengan upaya kemanusiaan yang dilakukan untuk melindungi warga sipil.

Presiden ICRC menyarankan untuk fokus pada tiga poin yang mencakup memfasilitasi akses bantuan kemanusiaan, meningkatkan infrastruktur logistik yang berafiliasi dengan Palang Merah di Rusia, serta meningkatkan efisiensi Komite di Donbas dan wilayah Ukraina yang berada di bawah kendali pasukan Rusia.

Dewan Keamanan PBB pada Rabu (23/3) gagal meloloskan rancangan resolusi Rusia tentang situasi kemanusiaan di Ukraina, yang disponsori bersama oleh Belarus, Korea Utara dan Suriah.

Rusia dan China memberikan suara mendukung dokumen tersebut, sementara 13 anggota Dewan Keamanan PBB lainnya (Prancis, Inggris, AS, India, Irlandia, Kenya, Meksiko, Norwegia, Albania, Brasil, Gabon, Ghana, dan UEA) abstain dari pemungutan suara.

Agar sebuah resolusi dapat disahkan, perlu didukung oleh setidaknya sembilan dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, tanpa salah satu dari lima anggota tetap menggunakan hak veto mereka.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menuduh mereka yang abstain, melakukannya 'karena alasan politik'. Moskow sendiri telah berusaha untuk menghindari politisasi situasi ketika mengerjakan dokumen tersebut dan menyerukan untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada semua pihak, tetapi Barat justru  menyalahkan Rusia.

Duta Besar Zhang Jun yang mendukung resolusi itu mengatakan Beijing memiliki harapan bahwa harus ada gencatan senjata segera.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Virus Hanta, Politik Ketakutan, dan Bayang-Bayang Bisnis Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:22

Bocah di Tapteng Diduga Dipukuli Ayahnya Gegara Telat Pulang

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:00

Jokowi dan Relawan Bersiap Blusukan

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:42

DPRD DKI Geber Ranperda RPPLH dan Pembangunan Keluarga

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:19

MUI: Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla Bentuk Ketakutan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:04

Evaluasi Otsus Papua!

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:47

Arinal Djunaidi Ajukan Praperadilan ke PN Tanjungkarang

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:11

Beruang Liar Serang Petani Sawit di Musi Rawas

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:08

Pramono Klaim Arena Ring Tinju Bikin Tawuran Turun Drastis

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:26

Tiket Kereta Daop 2 Bandung Laris Manis Selama Libur Panjang

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:15

Selengkapnya