Berita

Rute evakuasi Mariupol/Net

Dunia

15,000 Warga Mariupol Dideportasi Paksa Ke Wilayah Rusia

KAMIS, 24 MARET 2022 | 20:49 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Pejabat Ukraina di Mariupol yang terkepung oleh pasukan Rusia melaporkan, sekitar 15.000 warga sipil telah dideportasi secara paksa ke Rusia sejak pasukan mereka merebut bagian-bagian selatan kota pelabuhan itu.

Para pejabat Ukraina mengatakan warga sipil yang terperangkap di Mariupol, yang menampung sekitar 400.000 orang, menghadapi keadaan menyedihkan tanpa akses ke makanan, air, listrik atau panas.

"Penduduk distrik Tepi Kiri mulai dideportasi secara massal ke Rusia. Secara total, sekitar 15.000 warga Mariupol telah menjadi sasaran deportasi ilegal," ujar dewan kota Mariupol dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Kamis (24/3).


Wakil Perdana Menteri Ukraina, Iryna Vereshchuk mengatakan dalam sebuah video briefing, di tengah deportasi ini, pihak berwenang Ukraina melanjutkan upaya untuk mengamankan kesepakatan dari Rusia untuk membuka koridor kemanusiaan untuk dijadikan jalur evakuasi ke dan dari Mariupol.

Masing-masing pihak saling menyalahkan atas kegagalan berulang untuk menyepakati pengaturan evakuasi warga sipil dari Mariupol.

Sebelumnya, Pihak berwenang Mariupol mengatakan pada Minggu bahwa ribuan penduduk telah dibawa secara paksa melintasi perbatasan tetapi tidak memberikan angka yang lebih tepat.

Kantor berita Rusia, Interfax mengatakan pada saat itu bahwa bus telah membawa beberapa ratus orang Moskow memanggil pengungsi dari Mariupol ke Rusia dalam beberapa hari terakhir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya