Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Perang Rusia Timbulkan Krisis Pangan Global, Peluang bagi India Perluas Ekspornya ke Negara Berkembang

RABU, 23 MARET 2022 | 06:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perang Rusia di Ukraina mengakibatkan melonjaknya harga minyak dan komoditas, yang berarti itu juga menimbulkan krisis pangan global. Kenaikan harga gandum dan kebutuhan pokok lainnya akan mengancam sebagian besar negara berkembang.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian, harga pangan global naik 21 persen tahun-ke-tahun (YoY) pada bulan lalu, dengan gandum berjangka melonjak lebih dari 50 persen karena ketidakpastian pasokan di tengah gangguan pengiriman di wilayah Laut Baltik yang dapat menghambat ekspor dari Ukraina dan Rusia.

Ukraina dan Rusia menyumbang 30 persen dari gandum yang diperdagangkan di dunia. Namun, saat ini,  penanaman gandum, jelai, dan jagung di Ukraina, menjadi terganggu dengan adanya perang ini.


Harga gandum naik ke tingkat rekor, setelah terakhir terlihat naik selama krisis pangan global pada 2007-2008.

Krisis yang terjadi pada 2007-08 memicu kerusuhan pangan di Mesir dan mengancam kerusuhan sosial di beberapa negara asia, seperti Indonesia dan Filipina. Kamerun Afrika, Burkina Faso dan Senegal juga mengalaminya, di antara 40-an negara yang terkena dampak inflasi pangan yang tinggi.

Ketahanan pangan di negara-negara seperti Lebanon, yang 90 persen kebutuhan biji-bijiannya berasal dari Ukraina, juga terancam dengan adanya perang ini. Begitu juga dengan Yaman, Somalia, Suriah dan Libya, yang sebagian besar penduduknya mengonsumsi roti.

kekurangan pasokan pangan bisa sangat meluas hingga ke Afrika. Tiga perlima dari 38 juta penduduknya menghadapi kelaparan. Krisis saat ini pasti akan memicu ketakutan berulang bahwa pasokan pangan dunia tidak akan mengimbangi pertumbuhan populasi, yang kemudian mengancam terjadinya kelaparan, kematian dini dan penderitaan lainnya.  

Namun, krisis pangan global ini bisa membuka peluang bagi India untuk memasok gandum dengan harga yang kompetitif untuk negara berkembang dan memenuhi kesenjangan yang ditinggalkan oleh Rusia dan Ukraina.

Lewat perjanjian yang telah terjalin sebelumnya, gandum dari Gujarat, Rajasthan, dan Uttar Pradesh, sedang dikirim dengan gerbong kereta api atau truk di gudang dekat pelabuhan Kandla.

Ekspor gandum India telah meningkat setelah harga global melonjak, menyentuh 6,6 juta ton sejauh ini, menurut sekretaris pangan serikat pekerja Sudhanshu Pandey, menambahkan bahwa ini bisa menyentuh sebanyak 10 juta ton pada tahun depan.

India berada dalam situasi potensi melimpah�"produksi gandum yang diperkirakan mencapai rekor 111,2 juta ton pada 2021-2022, dibandingkan 109,59 juta ton pada tahun sebelumnya�"dengan lumbung yang meluap dari Food Corporation of India.

Surplus ini memungkinkan pemerintah mendistribusikan gabah secara gratis kepada 810 juta orang selama pandemi Covid-19.

Sekarang, dengan permintaan ekspor yang tinggi, ini adalah waktu tepat untuk mengurangi pengadaan dan menjaga tingkat stok publik yang diperlukan untuk ketahanan pangan.

Sementara ekspor menguntungkan bagi petani, ini adalah waktu yang tepat untuk mengatasi ketahanan pangan negara-negara miskin.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya