Berita

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon/Net

Politik

Jansen Sitindaon: Dulu yang Berbahaya Dwifungsi ABRI, Sekarang Dwifungsi Pengusaha

JUMAT, 18 MARET 2022 | 20:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Beragam permasalahan yang muncul dan sulit diatasi pada periode kedua Presiden Joko Widodo mengisyaratkan adanya kekuatan lain di lingkaran penguasa yang memiliki dominasi dalam mengendalikan jalannya pemerintahan.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, bahkan memberikan satu istilah yang secara substansi memiliki kemiripan dengan kelompok yang ada pada masa orde baru (Orba) atau pada saat Presiden RI Soeharto memimpin Indonesia.

Istilah ini dia dapat dari satu fenomena kemasyarakatan yang gempar selama beberapa bulan ke belakang. Yaitu soal kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng yang baru saja didapatkan solusinya oleh pemerintah.


"Dari kejadian minyak goreng ini kita melihat, dulu yang berbahaya itu dwifungsi ABRI, sekarang ganti dwifungsi pengusaha. Apalagi di negara yang penegakan hukumnya belum benar-benar baik, birokrasi parasit dan lain-lain," ujar Jansen melalui akun Twitternya, Jumat (18/3).

Jansen mengaku prihatin dengan kondisi sosial politik sekarang ini. Dia pun sadar sebagai sebagai politisi Partai Demokrat belum bisa membantu masyarakat membela hak-haknya.

"Ini harus jadi tugas kita generasi baru politik membenahinya ke depan. Maafkan kami. Walau saya bukan bagian kekuasaan hari ini namun sebagai politisi saya mohon maaf karena belum bisa berbuat banyak atas kejadian ini," katanya.

"Semoga di masa kami nanti birokrasi lebih imparsial sebagai pelayan atau penjaga publik sehingga tidak terjadi lagi penyelewengan mandat rakyat untuk kepentingan bisnis," demikian Jansen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya