Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Senator AS Dekati Dubes India, Ajak New Delhi Ikut Kutuk Moskow

JUMAT, 18 MARET 2022 | 12:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat terus berupaya mengajak India agar mau ikut bersama sekutu Barat mengecam operasi militer Rusia di Ukraina.

Perwakilan AS keturunan India, Ro Khanna dan Joe Wilson, melakukan upaya tersebut dengan bertemu Duta Besar India untuk AS Taranjit Singh Sandhu.

“Bersyukur bisa bergabung dengan rekan saya dalam panggilan bipartisan dengan Duta Besar India untuk AS. Sangat penting bahwa para pemimpin dunia mengutuk kekejaman yang dilakukan oleh Putin di Ukraina,” tulis Wilson, seorang Republikan Carolina Selatan, dalam sebuah tweet pada hari Rabu, seperti dikutip dari AP, Jumat (18/3).
 

 
Usai pertemuan, Sandhu kemudian mengatakan telah melakukan “diskusi yang menarik” dengan anggota parlemen, tetapi menambahkan bahwa ia juga “menjelaskan posisi (India) pada perkembangan global saat ini.”

Meskipun Sandhu tidak merinci lebih lanjut, New Delhi sejauh ini tidak mau bergabung dengan Washington dan sekutunya untuk mengutuk operasi militer Moskow. Alih-alih mengutuk, India malah dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk tiga juta barel minyak Rusia dengan diskon besar baru-baru ini minggu ini.

Pembelian itu terjadi ketika negara-negara Barat memberikan berbagai sanksi keras terhadap Rusia, beberapa secara eksplisit bertujuan untuk “mengisolasi” ekonomi negara itu.

Namun, Khanna, perwakilan Demokrat California, yang merupakan keturunan India, telah menolak sikap New Delhi, dengan mengatakan "mereka jelas salah" karena gagal bergabung dengan kampanye melawan Rusia.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya