Berita

Kamp interniran Xinjiang. /Net

Dunia

CSEAS: Negara Asia Masih Tutup Mata Terhadap Kejahatan HAM Etnis Uighur

RABU, 16 MARET 2022 | 20:43 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Pusat Studi untuk Asia Tenggara (CSEAS), telah merilis laporan terkait keterbukaan mata negara Asia dengan sederet pelanggaran HAM yang dilakukan rezim China di daerah Xinjiang yang mayoritas beretnis Uighur.

CSEAS menghimpun konten rilis itu dari webinar internasional-nya yang berjudul “China’s Atrocities On Uighur Muslims: Why Do Many Countries Remain Silent?” pada Selasa (15/3), di Jakarta.

Dikatakan, Sejak Presiden China, Xi Jinping berkuasa pada 2013, kekejaman China terhadap Muslim Uighur telah meningkat tajam.


Direktur Eksekutif Uighur Human Rights Project, Omer Kamat mengatakan masih ada negara Muslim seperti Pakistan dan Bangladesh yang ‘tutup mata’ terhadap kekejaman HAM bagi etnis Uighur.

“Kurangnya respon dari dunia Muslim telah menurunkan moral bagi Uighur. Kepemimpinan dari beberapa negara mayoritas Muslim hanya diam, sedangkan yang lain secara vokal menyetujui tindakan pemerintah China,” ujar Omer.

Dikatakan kedua negara itu memiliki hutang budi besar terhadap China, terutama pada sektor perkembangan ekonominya.

“Beberapa negara Muslim di Asia Selatan, seperti Pakistan dan Bangladesh secara ekonomi mereka berhutang budi kepada China dan mengikuti strategi politik Islam China. Sehingga mereka telah menutup mata atas kekejaman yang terjadi pada Muslim di Xinjiang,” ujar Ayjaz Wani, Rekan Peneliti di Observer Research Foundation yang berbasi di India.

CSEAS kemudian menjelaskan, secara umum informasi terkait pelanggaran HAM itu jarang dan susah ditemukan di media internet maupun media sosial.

Menurut data riset mereka, sekitar 16.000 masjid di Xinjiang telah dihancurkan sejak 2017, baik sebagian maupun secara keseluruhan.

Mereka juga mencontohkan kekejaman HAM rezim seperti, adanya larangan menumbuhkan janggut panjang dan mengenakan pakaian Islami.

Ada juga yang lebih parah, dimana memiliki Al-Quran atau sajadah dapat membuat warga Xinjiang dipenjara. Bahkan mereka tidak bisa memberikan nama islami kepada anaknya sendiri.

Contoh terbarunya bisa dilihat pada Senin ini, dimana anak-anak etnis Uighur di Xinjiang dibuat untuk ‘berbicara’ bahwa mereka adalah asli etnis China.

Seperti diberitakan oleh ANInews, Di dalam video yang di upload di akun Twitter warga Uighur, sekitar 7 gadis Uighur dikumpulkan dalam satu ruangan dan mereka mengatakan hal seperti “Taiwan adalah milik China”, “Xinjiang adalah bagian dari China” dan “Kami harus berusaha untuk belajar dan mengasah kemampuan kita untuk China”.

Kini, kenyataannya lebih dari satu juta orang Uighur ditempatkan di kamp-kamp interniran di Xinjiang, yang mirip seperti penjara terbuka.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya