Berita

Menlu Rusia, Sergei Lavrov. /Net

Dunia

Rusia Mendapatkan Jaminan Tertulis dari AS Terkait JCPOA

RABU, 16 MARET 2022 | 19:35 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Rusia telah menerima jaminan tertulis dari Amerika Serikat bahwa pihaknya dipastikan mengikuti kesepakatan kesepakatan nuklir Iran 2015 (JCPOA) dengan adil dan tidak terhambat oleh sanksi terkait Ukraina.

Seperti dikutip Reuters, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menerima jaminan tertulis itu pada Selasa (15/3), dikatakan bahwa status perdagangan Rusia dengan Iran dalam kausal JCPOA tidak akan terpengaruh oleh sanksi apapun terkait Ukraina.

"Kami telah menerima jaminan tertulis (dari AS), ini termasuk dalam teks perjanjian tentang menghidupkan kembali JCPOA. Dalam teks-teks ini ada jaminan yang dapat diandalkan dari semua proyek yang disediakan oleh JCPOA, termasuk menghubungkan perusahaan dan tenaga spesialis kami kedalam kesepakatan itu," ujar Lavrov.


Berbicara pada konferensi pers di Moskow, Lavrov membantah bahwa Rusia ‘sengaja’ menghambat proses negosiasi JCPOA itu untuk selesai.

"Saya telah mendengar bagaimana Amerika setiap hari mencoba menuduh kami menunda perjanjian, itu bohong. Perjanjian itu akhirnya tidak disetujui di beberapa pihak lainnya, dan kami adalah bukan salah satunya," ujarnya.

Lavrov kemudian mengatakan, Rusia sepenuhnnya mendukung kesepakatan nuklir ini untuk dilanjutkan sesegera mungkin, mengingat harga energi global makin memburuk.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan, mereka telah memberi jaminan kepada Rusia terkait profit dan perannya di kesepakatan itu.

"Kami tentu saja tidak akan memberikan sanksi atas partisipasi Rusia dalam proyek nuklir yang merupakan bagian dari implementasi penuh JCPOA. Kami tidak akan melakukan itu, namun kami tidak juga memberikan jaminan lebih dari itu (lebih dari konteks JCPOA) kepada Rusia," ujar Price.

Dari sisi Iran, Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian mengatakan, justru AS-lah yang tidak memiliki ‘keinginan’ untuk menyelesaikan beberapa masalah dalam negosiasi JCPOA.

Iran bersikeras kepada AS untuk menghapus sanksi terkait hak asasi manusia dan terorisme yang dijatuhkan pada 2019 kepada Pengawal Revolusi elitnya (IRGC).

Iran kemudian  menyatakan bahwa pihak Rusia bukanlah halangan dalam proses negosiasi itu.
"Jika kita dapat mencapai kesepahaman dengan AS tentang beberapa masalah yang menjadi garis merah kita dan mencapai kesepakatan akhir, Rusia akan mendukung kita sampai akhir pembicaraan untuk mencapai kesepakatan nuklir yang baik, stabil dan kuat," ujar Hossein.

Di bawah kesepakatan JCPOA, Iran setuju untuk membatasi kemampuan pengayaan uraniumnya sebagai imbalan atas keringanan sanksi ekonomi global.

Proses negosiasi sudah berlangsung selama 11 bulan, namun hingga kini proses itu belum memasuki tahap final.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya