Berita

Ketua Umum NU Yahya Staqut dan Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Politik

Cara Komunikasi Erick Thohir pada Kelompok Islam Patut Ditiru Tokoh Politik Lain

SABTU, 12 MARET 2022 | 13:47 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sejak menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  pola pendekatan Erick Thohir terhadap berbagai simpul masyarakat terbukti efektif dalam menjalankan kerja politiknya sebagai pembantu Presiden Joko Widodo.

Intelektual muda Nahdlatul Ulama Ubaidillah Amin Moch menilai, pola pergerakan Erick sangat patut ditiru tokoh politik lainnya.

Sebab kalau diamati, dalam mengerjakan tugasnya sebagai orang nomor satu di BUMN, Erick tidak meninggalkan elemen sipil Islam Indonesia terbesar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) .


Erick, dalam catatan Ubaidillah, rutin menyerap berbagai masukan untuk perbaikan pengolahan BUMN di Indonesia. Dia mengaku tidak heran jika di masa Erick Thohir, Kementerian BUMN menerapkam nilai yang jadi komitmen kerja pegawainya dengan akronim AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif).

"Bahkan pada akhirnya nilai AKHLAK yang di inisiatif Erick Thohir diadopsi menjadi fondasi nilai ASN kita dengan tagline Ber-AKHLAK," kata Pengasuh Ponpes An-Nurriyah, Kaliwining, Rambipuji, Jember ini kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (12/3).  

"Ide itu bisa diartikan berangkat dari utuhnya pemahaman Erick terhadap denyut nadi masyarakat Indonesia yang sebagian besar penduduknya menganut Islam," sambungnya.

Lebih lanjut, Ubaidillah menilai, selama ini Erick sangat kuat karakternya sebagai orang dekat Jokowi yang kaya akan prestasi dan gagasan ekonomi yang konkret.

Dia pun mencontohkan, saat Erick hadir di acara PBNU  mengulas tentang tantangan besar bangsa Indonesia. Saat berinteraksi dengan ulama dan kiai, Erick selalu menyuarakan bagaimana menciptakan transformasi ekonomi umat.

Tidak hanya itu, yang terbaru adalah kolaborasi Kementerian BUMN dengan PBNU yang akan melakukan pendampingan dalam proses pendirian BUMNU. Tindakan konkret pejabat publik yang dilakukan itu merupakan upaya nyata Erick yang ingin menjadi bagian penting dari mendorong kemaslahatan umat.

"Cara komunikasi Mas Erick dengan NU, Muhammadiyah dan elemen lainnya tidak semata-mata untuk kepentingan politik jangka pendek, tapi bisa bermanfaat untuk masa akan datang. Model komunikasi massa seperti ini patut ditiru oleh tokoh politik lainnya," jelasnya.

"Saya berpendapat, tidak banyak tokoh politik kita yang dekati kelompok Islam dengan narasi dan gagasan ekonomi yang compatible di jalankan oleh akar rumput," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya