Berita

Acara Live Talk Show di Youtube Channel Mirae Asset Sekuritas, Kamis (10/3)./Dok

Bisnis

Rights Issue bank bjb, Hari Pertama Perdagangan HMETD Tembus 75 Persen

JUMAT, 11 MARET 2022 | 00:50 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (bank bJb) optimis aksi korporasi penambahan modal melalui rights issue direspon antusias oleh investor. Pasalnya, pada hari pertama perdagangan HMETD saja, saham yang dilepas ke pasar telah terserap 75 persen oleh pemegang saham.

"Alhamdulillah, di hari pertama perdagangan HMETD minat investor sangat baik. Karena dari total target yang ditetapkan telah dari 75 persen diserap oleh pemegang saham," kata Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi saat tampil dalam acara Live Talk Show di Youtube Channel Mirae Asset Sekuritas, Kamis (10/3).

Yuddy menjelaskan, dari right issue ini pihaknya mentargetkan dana segar sebesar Rp924,99 miliar. Melihat masa perdagangan yang masih panjang hingga 16 Maret 2022, ia optimis target bakal tercapai.


"Capaian di hari pertama perdagangan HMETD meningkatkan optimisme penyerapan right issue kami. Mengingat masa perdagangan masih panjang sampai tanggal 16 Maret 2022 mendatang," tegas Yuddy.

Yuddy menambahkan, selain right issue, pada tahun 2022 ini bank bjb juga berencana untuk menerbitkan kembali obligasi subordinasi dengan nilai Rp1 triliun.

Yuddy memaparkan, bank bjb berhasil mencapai kinerja bisnis positif selama tahun 2021 berkat kolaborasi dan inovasi. Capaian itu membuat, bank dengan kode emiten BJBR itu  optimis menatap bisnis yang berkelanjutan di tahun 2022.

Sepanjang 2021, bank bjb terus tumbuh dan terjaga dengan baik, dari sisi fundamental maupun rentabilitas. Laba sebelum pajak secara konsolidasi bank bjb mencapai Rp2,6 triliun. Sementara pertumbuhan interest income 21,6 persen.  

“Diikuti pertumbuhan fee based income 36,9 persen yang bersumber dari digital channel bank bjb yang juga tumbuh 42,4% year on year dengan pembentukan pencadangan yang lebih solid untuk kemperkuat balance sheet bank bjb" ujar Yuddy.

Total aset bank bjb tumbuh 12,4 persen atau sebesar Rp158,4 triliun dan menjadi yang terbesar di antara Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia. Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 14,3 persen menjadi Rp121,6 triliun. Tumbuh di atas rata-rata industri perbankan yang hanya berada di level 12,2% (SPI OJK : Desember 2021).

Kredit bank bjb selama tahun 2021 bank bjb mencatatkan pertumbuhan pada level 7,4 persen, menjadi Rp102,2 triliun. Pertumbuhan kredit dimotori dari berbagai segmen mulai dari konsumer, korporasi dan komersial, UMKM, serta KPR.  Begitu juga dengan NPL bisa terjaga sangat baik di level 1,2 persen, jauh di bawah rata-rata industri perbankan.

"Fee Based Income bank bjb naik, bersumber dari digital channel bank bjb yang tumbuh positif. Jumlah Merchant QRIS dan pengguna Mobile Apps terus meningkat," katanya.

Direktur Information Technology, Treasury & International Banking bank bjb Rio Lanasier yang turut hadir dalam talk show tersebut menambahkan, pembangunan ekosistem digital itu merupakan komitmen yang segera terwujud.

Dikatakannya, bank bjb akan segera meluncurkan super apps sebagai kekuatan baru menghadapi tantangan BPD dalam mengarungi era digital.

"Super apps bjb DIGI ini sekarang dalam tahap tes terakhir. Targetnya bulan Mei akan kita luncurkan. Itu bertepatan dengan ultah ke-61 bank bjb," ungkapnya.

Sedangkan, Direktur Keuangan bank bjb Nia Kania mengatakan, performa keuangan saat ini menunjukkan pertumbuhan positif. Sektor kredit pun diharapkan dapat tumbuh 9-10 persen tahun ini dengan NPL yang terjaga di level 1.3-1.6 persen. Hingga  28 Februari 2022, revenue bank bjb tumbuh signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Pertumbuhannya naik double digit, lebih dari 20 persen (yoy),” kata Nia.

Di akhir acara Nia juga mengajak masyarakat untuk ambil bagian dalam aksi korporasi yang dilakukan, dengan membeli saham bank bjb.

"Sesuai dengan tema acaranya, Kamu Beli Saham Apa (KBSA), maka pesan saya beli saham bank bjb," pungkas Nia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya