Berita

Pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran/Net

Politik

Andi Yusran Curiga Wacana Penundaan Pemilu Sengaja Digulirkan untuk Alihkan Isu Kakap IKN

KAMIS, 03 MARET 2022 | 22:11 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Wacana penundaan Pemiliuhan Umum (Pemilu) serentak 2024 ditengarai sebagai upaya rezim mengalihkan isu kakap pembangunan Ibu KOta Negara (IKN) baru.

Pandangan ini disampaikan oleh pengamat politik Universitas Nasional Andi Yusran, Kamis (3/3).

Menurut Andi, penundaan Pemilu mustahil direalisasikan. Argumentasi Andi, penundaan sama dengan melabrak konstitusi dan memiliki resistensi yang masif terutama dari Caleg dan Capres yang terganggu impiannya untuk meraih tahta.


"Penundaan Pemilu dengan tanpa didahului amandemen UUD 1945 bisa menjadi pintu pembuka ‘revolusi sosial’ karena ilegal atas pengelola negara, khusunya Presiden dan pembantu-nya serta para anggota legislatif di semua tingkatan," demikian analisa Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis malam, (3/3).

Ia menaruh curiga isu penundaan Pemilu sengaa digulirkan oleh bagian dari koalisi pemerintah karena mega proyek IKN.

Dalam pandangan Andi, mega proyek IKN yang nampak dipaksakan terindikasi jadi praktik malpraktik kebijakan. Dampak dari malpraktik itu adalah melahirkan sebuah Undang Undang yang cacat secara konstitusional.

Target dari pengalihan isu itu, tambah Doktor politik Universitas Padjajaran ini adalah menghilangkan memori publik akan kecacatan UU IKN.

"Saya curiga jangan-jangan isu penundaan Pemilu tersebut sebagai bagian dari upaya pengalihan isu kelas kakap seperti mega proyek IKN," pungkas Andi.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Virus Hanta, Politik Ketakutan, dan Bayang-Bayang Bisnis Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:22

Bocah di Tapteng Diduga Dipukuli Ayahnya Gegara Telat Pulang

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:00

Jokowi dan Relawan Bersiap Blusukan

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:42

DPRD DKI Geber Ranperda RPPLH dan Pembangunan Keluarga

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:19

MUI: Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla Bentuk Ketakutan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:04

Evaluasi Otsus Papua!

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:47

Arinal Djunaidi Ajukan Praperadilan ke PN Tanjungkarang

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:11

Beruang Liar Serang Petani Sawit di Musi Rawas

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:08

Pramono Klaim Arena Ring Tinju Bikin Tawuran Turun Drastis

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:26

Tiket Kereta Daop 2 Bandung Laris Manis Selama Libur Panjang

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:15

Selengkapnya