Berita

Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko/Repro

Dunia

Ikut Angkat Senjata Bela Negara, Mantan Presiden Poroshenko: Ukraina dan Barat Bersatu Hentikan Kegilaan Putin

RABU, 02 MARET 2022 | 10:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tidak ingin berdiam diri melihat negaranya dihancurkan, Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyatakan siap mengangkat senjata bersama warga Ukraina lainnya.

Sementara orang-orang Ukraina bangkit melawan invasi Rusia dengan melakukan apa yang bisa mereka lakukan, Poroshenko tergerak untuk bergabung bersama mereka.

"Semua orang harus mengerti, (Presiden Rusia Vladimir] Putin menyatakan perang bukan untuk Ukraina. Putin menyatakan perang melawan Barat, melawan seluruh dunia," katanya kepada repoter CNN, Fareed Zakaria baru-baru ini.


Di awal percakapan, Poroshenko menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan banyak pihak kepada Ukraina, terutama untuk saat-saat genting seperti ini.  

"Dukungan barat untuk Ukraina terus berkembang sejak awal. Kepemimpinan Biden sangat luar biasa, Barat bersatu mendukung Ukraina. Bahkan, mereka yang kemarin ragu-ragu, kini menghukum Rusia dengan keras hari ini," katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada Kanselir Olaf Scholz atas keputusannya yang berani dan mendapat sanjungan dalam sesi baru-baru ini.  

Ukraina sedang berada di tahap tekanan perang, katanya. Keputusan Putih yang menempatkan pasukan pencegah nuklir yang ia sebut sebagai “rezim khusus tugas tempur”, adalah hal yang tidak terpikirkan, bahkan selama 80 tahun ini.

"Saya pikir itu tidak pernah ada dalam sejarah dunia sebelum kegilaan nuklir Putin menjadi ancaman yang lebih besar bagi dunia daripada Bin Laden," tegasnya.

Menurutnya, setiap warga Ukraina yang membantu menumpas invasi Rusia adalah juga berarti membantu diri sendiri untuk meminimalkan potensi kerugian negara ke tahap selanjutnya dari 'kegilaan Putin'.

Setiap rudal dan bom yang diluncurkan Rusia adalah berarti kegilaan diktator Putin dan sekutunya. Dalam hal ini, Poroshenko menyinggung peran Belarus dan pemimpinnya, Presiden Aleksander Lukashenko, yang juga memusuhi Ukraina.   

Beberapa rudal yang menargetkan kota-kota di Kiev, diketahui berasal dari wilayah Belarusia.

"Ini adalah bencana dan kita semuanya perlu menghentikan mereka bersama-sama secepat yang kita bisa!" tegasnya.

Saat ini Ukraina membutuhkan banyak bantuan, baik materil maupun immateril.

"Kami butuh stasiun radio, jaket lapis baja bersenjata, juga helm. Tetapi yang paling kami butuhkan adalah rudal anti pesawat seperti stinger untuk menyerang helikopter Rusia," kata Poroshenko.

"Kami juga perlu rudak anti-tank, lembing, dan banyak lagi. Setiap operator harus dilengkapi dengan anti-tank, itu akan menghentikan tank rusia," tutupnya,

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Prabowo Sampaikan KEM-PPKF di DPR, Purbaya Sebut Ada Pesan Penting

Rabu, 20 Mei 2026 | 02:15

Gibran Berpeluang Jadi Lawan Prabowo pada 2029

Rabu, 20 Mei 2026 | 02:01

Saatnya Menguji Kanal BoP Bebaskan WNI

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:55

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Kadin-Pemkot Jakpus Kolaborasi Berdayakan UMKM

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:18

Empat Tersangka Kasus Penipuan Calon Mitra SPPG Diamankan Polisi

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:16

Ini Respons Airlangga soal Rumor Pembentukan Badan Khusus Ekspor Komoditas

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:00

Razman Nasution Tak Boleh Lolos seperti Silfester Matutina

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:30

Putusan MK Wajib Dipatuhi, SE Jampidsus Tak Bisa Buka Tafsir Baru

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:11

Alumni Lemhannas Tegas Mendukung Ketahanan Nasional

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:02

Selengkapnya