Berita

Duta Besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyslytsya/Net

Dunia

Bandingkan Rusia dengan Rezim Nazi, Dubes Ukraina untuk PBB Sarankan Putin Bunuh Diri seperti Hitler

SELASA, 01 MARET 2022 | 08:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pernyataan mengejutkan disampaikan Duta Besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyslytsya di hadapan sesi Majelis Umum pada Senin (28/2).

Dalam pidato yang berapi-api, Kyslytsya membandingkan invasi Rusia yang sedang berlangsung dengan Perang Dunia II dan bahkan menyarankan bahwa Presiden Vladimir Putin harus "bunuh diri" seperti yang dilakukan Adolf Hitler.

"Kami telah diminta untuk mengadakan sesi khusus darurat karena tingkat ancaman terhadap keamanan global telah disamakan dengan Perang Dunia kedua, atau bahkan lebih tinggi setelah perintah Putin untuk memperingatkan kekuatan nuklir Rusia. Sungguh gila," kata Kyslytsya, seperti dikutip dari AFP, Selasa (1/4).


"Jika (Putin) ingin bunuh diri, dia tidak perlu menggunakan senjata nuklir. Dia harus melakukan apa yang dilakukan orang di Berlin di sebuah bunker pada Mei 1945," tambahnya, mengacu pada peristiwa bunuh diri Hitler pada 30 April 1945.

Kyslytsya juga membuat komentar selama pertemuan yang membandingkan Rusia dengan "the Third Reich", sebutan yang digunakan untuk menggambarkan rezim Nazi Hitler.

Majelis Umum PBB mengadakan sesi darurat pada hari Senin untuk membahas invasi Rusia yang sedang berlangsung ke Ukraina ketika pertempuran mencapai hari kelima. Ini adalah pertemuan ke-11 yang diadakan sejak tahun 1950-an.

Menyusul pernyataan Kyslytsya, duta besar Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya membantah bahwa negaranya berusaha untuk "menduduki Ukraina" dan sebaliknya mengklaim bahwa tujuannya adalah untuk "de-militerisasi dan de-genosida" negara tersebut.

Nebenzya juga menuduh Barat "mendistorsi" konflik.

"Kami terus-menerus mendengar kebohongan, pemalsuan tentang penembakan tanpa pandang bulu di kota-kota Ukraina, rumah sakit, sekolah, taman kanak-kanak," tambah Nebenzya.

"Tentara Rusia tidak menimbulkan ancaman bagi warga sipil Ukraina, tidak menembaki daerah dan kota warga sipil di mana angkatan bersenjata Rusia telah mengambil kendali," ujarnya.

Pernyataan dari kedua duta besar datang pada hari yang sama ketika Ukraina dan Rusia menyetujui pembicaraan damai di sepanjang perbatasan Belarusia. 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya