Berita

Juru bkicara Kremlin, Dmitry Peskov/Net

Dunia

UE Memasukkan 26 Warga Rusia ke Daftar Sanksi, Termasuk Jubir Kremlin Dmitry Peskov

SELASA, 01 MARET 2022 | 06:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Uni Eropa (UE) lagi-lagi menambahkan sanksi beratnya untuk Rusia sebagai tanggapan atas invasi yang dilakukan negara itu. Sanksi kali ini menyasar kepada orang-orang terdekat Putin. Tidak tanggung-tanggung, pada Senin (28/2) waktu setempat, ada 26 warga Rusia yang dimasukkan ke dalam sanksi baru.

"Mengingat gawatnya situasi, Dewan menganggap bahwa 26 orang dan satu entitas harus ditambahkan ke daftar sanksi. Mereka harus tunduk pada tindakan pembatasan yang ditetapkan dalam Lampiran Keputusan 2014/145/CFSP," isi pernyataan dari UE, sepertti dikutip dari AFP.

Blok tersebut menargetkan beberapa orang penting yang dituding mendukung langkah Putin untuk melakukan operasi militer ke negara tetangganya yang pro-Barat.


Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, termasuk yang ada di dalam daftar, disusul Igor Sechin, kepala raksasa minyak negara Rosneft, dan Nikolay Tokarev, bos pipa raksasa Transneft.

Lalu, tiga orang yang masuk dalam 10 besar orang terkaya Rusia menurut versi Forbes, juga ditambahkan. Mereka adalah Raja logam Alexei Mordashov, taipan Alisher Usmanov, dan pengusaha dan teman Putin Gennady Timchenko.

Selain itu ada juga bankir papan atas Mikhail Fridman dan Petr Aven.

Ditambah ada Sergei Roldugin, pemain cello dan orang kepercayaan lama Putin yang dituduh "'menyeret' setidaknya 2 miliar dolar AS melalui bank dan perusahaan lepas pantai sebagai bagian dari jaringan keuangan tersembunyi Putin.

Juga masuk dalam daftar adalah menteri perumahan, pariwisata dan transportasi, serta komandan militer senior yang dituduh terlibat dalam kampanye Ukraina.

Mereka semua dilarang memasuki Uni Eropa dan aset mereka di negara-negara Uni Eropa, jika ada, akan dibekukan.

"Dengan sanksi tambahan ini, kami menargetkan semua yang memiliki peran ekonomi signifikan dalam mendukung rezim Putin, dan mendapat manfaat finansial dari sistem tersebut," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell dalam sebuah pernyataan.

"Sanksi ini akan mengekspos kekayaan elit Putin. Mereka yang memungkinkan invasi ke Ukraina akan membayar harga untuk tindakan mereka."

Putin sendiri dan menteri luar negerinya juga baru-baru ini menjadi sasaran pembekuan aset oleh UE.

Di Washington, para pejabat juga merencanakan lebih banyak sanksi terhadap para taipan Rusia.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan daftar sanksi yang dikeluarkan AS tidak mengikuti daftar sanksi dari UE dan Inggris. Namun, pada akhirnya akan simetris dan saling memperkuat, katanya.

“Kami akan mengidentifikasi, kami akan memburu dan membekukan aset perusahaan dan oligarki Rusia," kata  Price.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya