Berita

Viktor Yanukovych dan Vladimir Putin/Net

Dahlan Iskan

Delapan Tahun

MINGGU, 27 FEBRUARI 2022 | 05:18 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

AMERIKA selalu punya alasan. Begitu juga negara lain. Pun Rusia. Termasuk alasan untuk menurunkan Presiden Ukraina yang sekarang, Zelenskyy.

Di mata Rusia Presiden Zelenskyy itu ilegal. Demikian juga tiga Presiden Ukraina sebelumnya.

Pemimpin Ukraina yang sah, menurut Rusia, adalah Viktor Yanukovych. Itulah presiden yang terpilih dalam Pemilu tahun 2010 �"yang diakui sangat jurdil oleh dunia Barat maupun Timur.


Viktor terpaksa melarikan diri akibat munculnya revolusi oranye �"people power di Kiev pada 2014.

Pada tahun itu berbagai pergolakan memang terjadi di Kiev. Terutama sejak Viktor tidak mau menandatangani pakta kerja sama Ukraina-Eropa. Rentetan demo tidak henti-hentinya. Kian besar pula. Viktor bergeming. Ia pilih menerima bantuan ekonomi dari Rusia.

Akhirnya istana Ukraina diduduki rakyat. Viktor lari ke Krimea. Mobilnya ditembak tapi Viktor selamat.

"Viktor tidak pernah di-impeach, tidak pernah mengundurkan diri dan tidak pernah mati," ujar pendukungnya. Padahal, menurut UUD di sana, hanya tiga penyebab itu yang membuat seorang presiden kehilangan jabatannya.

Viktor pun merasa masih sebagai Presiden Ukraina.

Sejak sukses revolusi oranye itu Ukraina berkiblat sepenuhnya ke Barat. Itulah yang membuat Rusia terluka. Sakit hati. Yang kejengkelan itu ia tahan selama 8 tahun �"sampai Rabu lalu.

Sejak itu Rusia melihat Ukraina kian membahayakan. Padahal sepertiga nuklir peninggalan Uni Soviet ada di Ukraina. Berarti ada sekitar 2.000 hulu ledak nuklir di negara itu. Kalau sampai Ukraina menjadi anggota NATO, Rusia merasa terancam secara langsung.

Setelah Viktor meninggalkan istana, Ukraina dipimpin presiden sementara: Oleksandr Turchynov. Ia seorang pendeta, penulis skenario dan politikus. Ia hanya menjabat presiden selama 3,5 bulan. Sampai pemilu di tahun itu.

Pemilu pertama setelah revolusi oranye dimenangkan Petro Poroshenko. Ia seorang pebisnis. Ia menang dengan suara 54 persen. Setengah diktator. Ia menang lagi di Pemilu berikutnya: 10 tahun jadi presiden.

Sebelum presiden yang sekarang, Zelenskyy, masih ada satu presiden lagi: satu periode. Itulah yang kemudian dikalahkan oleh pelawak dan bintang film Zelenskyy.

Kini Zelenskyy baru menjabat 2,5 tahun. Ia terus menggebu untuk membawa Ukraina menjadi anggota NATO. Ia juga pernah dijanjikan bantuan oleh Amerika. Sebanyak 400 juta dolar AS. Tapi Presiden Donald Trump tidak mau mencairkannya, kalau Zelenskyy tidak mau menyelidiki kegiatan bisnis anak Joe Biden di Ukraina.

Dengan target menurunkan Zelenskyy, kini Rusia harus menundukkan ibu kota Kiev. Usaha itu diperkirakan berhasil dilakukan Jumat malam kemarin. Sampai-sampai Kiev siaga penuh.

Tapi sampai Sabtu pagi (26/2) Kiev belum jatuh ke tangan Rusia. Perlawanan cukup kuat dari militer Ukraina. Sepanjang hari Sabtu kemarin suara dentuman banyak terdengar.

Kalau saja Rusia berhasil menduduki Kiev, apakah Viktor yang akan didudukkan di istana? Sampai pemilu berikutnya?

Viktor sendiri kini berumur 71 tahun. Konon tinggal di sebuah rumah sangat besar di luar kota Moskow.

Setelah melarikan diri ke Krimea dulu, Viktor memang minta perlindungan ke Rusia. Bahkan ia sudah mengajukan keinginan untuk menjadi warga Rusia. Ditolak. Viktor hanya diberi perlindungan dan penduduk sementara. Ia masih dipertahankan sebagai warga Ukraina �"agar bisa pulang pada saatnya.

Meski memenangkan Pemilu yang sah, Viktor kurang disenangi di Ukraina bagian barat. Ia lahir di Donbas �"wilayah yang sekarang menyatakan diri merdeka. Viktor juga dikritik kurang bisa berbahasa Ukraina �"ia lahir dan besar di wilayah yang berbahasa Rusia.

Masa kecilnya menderita. Ibunya meninggal ketika Viktor baru berumur 2 tahun. Saat remaja, ia nakal. Pernah terlibat perampokan. Pernah pula masuk penjara.

Sejak terpilih menjadi presiden ia tidak pernah didampingi istri. Sang istri mengatakan "Saya tidak mau duduk di samping seorang presiden dengan muka masam," katanya.

Dia tidak minta cerai, tapi sudah 30 tahun tidak hidup bersama. Yakni sejak seorang perempuan yang dekat dengan keluarga presiden punya anak tanpa tahu siapa suaminya.

Lyubov Polezhay, perempuan yang diduga punya hubungan khusus dengan Viktor Yanukovych.

Nasib Viktor akan ditentukan oleh sukses atau tidaknya serbuan Rusia sekarang ini. Demikian juga nasib Zelenskyy.

Sebenarnya Zelenskyy masih unggul di hasil survei elektabilitas di sana. Untuk Pemilu 2024. Memang popularitasnya terus menurun. Elektabilitasnya tidak sampai 30 persen. Tapi calon lain lebih rendah lagi.

Hambatan Zelenskyy hanya satu: saat kampanye dulu ia berjanji berkali-kali hanya akan menjabat satu periode. Belakangan lingkaran dalamnya mulai mengatakan: terlalu dini untuk menjawab pertanyaan itu.

Apalagi setelah ada serangan Rusia ini. Jangan-jangan ia hanya menjabat setengah periode.

Atau Zelenskyy tiba-tiba muncul sebagai pahlawan negara yang berhasil melawan invasi negara asing. Tentu tidak cukup kalau hanya satu periode.

Bahwa serangan Rusia sekarang ini dilakukan di bulan Februari, rupanya agar masa delapan tahun itu tidak kurang dan tidak lebih: tepat delapan tahun lalu, di bulan Februari 2014, Barat ia anggap berhasil menjatuhkan presiden pro Rusia.

Rusia ingin, Februari 2022, ganti posisi. Kalau bisa.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya