Berita

Ketua DPP PKB Bidang Luar Negeri, Luluk Nur Hamidah/RMOL

Politik

PKB Tolak Invasi Militer Rusia terhadap Ukraina

KAMIS, 24 FEBRUARI 2022 | 16:43 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi khusus pada Kamis pagi waktu Moskow (24/2) terhadap Ukraina. Rusia telah melancarkan serangan baik via udara dan darat.

Merespons hal itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan menolak tegas invasi militer Rusia terhadap Ukraina.

Ketua DPP PKB Bidang Luar Negeri, Luluk Nur Hamidah mengatakan, kekerasan berupa invasi militer bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan perdamaian abadi serta melanggar hukum internasional.


Ia menyerukan kepada seluruh pimpinan dunia agar berusaha keras Rusia segera menghentikan invasi militernya terhadap Ukraina.

Bagi PKB, para pemimpin dunia perlu mendorong PBB melakukan langkah cepat. Tujuannya, adalah untuk menghentikan serangan Rusia terhadap Ukraina.
Menurut Luluk, tindakan militer yang dilakukan Putin akan menciptakan kesengsaraan bagi kedua negara terutama rakyat Ukraina.

"Dan dapat dipastikan akan terjadi krisis kemanusiaan yang luar biasa melengkapi berbagai krisis kemanusiaan global yang sampai sekarang juga masih terus berlangsung," demikian penjelasan Luluk kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (24/2).

Lebih lanjut, Luluk mengatakan, invasi militer akan mendorong munculnya bahaya baru yang lebih besar dan berkelanjutan.

"PKB tidak bisa membayangkan terjadinya gelombang jutaan pengungsi yang akan membanjiri Eropa dan kawasan sekitarnya jika krisis ini tidak di akhiri dengan damai," terang Luluk.

Di mata Luluk, Rusia sebagai negara super power memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian dunia. Seharusnya, Rusia tidak mengorbankan reputasinya sebagai penyeimbang dunia.

Luluk kemudian menguraikan, saat ini kondisi global sedang menghadapi masalah yang sama, yakni Pandemi Covid-19. Dengan demikian, Luluk berpendapat perlu kerja sama politik antara negara untuk mengakhiri Pandemi.

Secara teknis, dalam menghadapi tantangan dunia, antar negara berupaya melindungi negara berkembang dan kelompok rentan di dunia.

"Oleh karena itu, kami sangat menyayangkan serta mengingatkan Rusia agar jangan sampai memancing  perkara baru di tengah riak gelombang kepedihan mengakhiri pandemi Covid-19," tandas Anggota Komisi IV DPR RI ini.

Secara khusus, Luluk meminta dukungan Jokowi melakukan langkah mencegah krisis lanjutan akibat invasi militer Rusia. Apalagi, sebagai Ketua G20, Jokowi pasti mampu terus mendorong cara-cara atau upaya non kekerasan untuk menghentikan invasi militer di Ukraina.

"Peperangan harus dihindari secara tegas dan bersama kita wujudkan dunia yang lebih berkepastian, lebih damai, lebih manusiawi dan adil untuk setiap orang," demikian pendapat Luluk.

Terakhir, ia meminta NATO agar menjaga jarak dan kepentingan serta menarik diri dari perbatasan. Tujuannya, tidak menjadi provokasi buruk bagi situasi Rusia-Ukraina.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya