Berita

Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail/Net

Politik

Ketum HMI MPO: SE Kemenag Justru Berpotensi Jadi Sumber Disharmoni Antarumat Beragama

RABU, 23 FEBRUARI 2022 | 09:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Surat Edaran Nomor 5/2022 yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia mendapat kecaman keras dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO). Surat edaran ini berisi tentang pedoman penggunaan pengeras suara masjid dan musala.

Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail menilai bahwa surat edaran tersebut justru dapat berpotensi menjadi sumber terjadinya disharmoni di kalangan masyarakat umat beragama, yang sejatinya sudah hidup rukun, berdampingan dan damai selama puluhan tahun.

“Sebab, aturan itu hanya menyasar pada satu agama saja, yakni agama Islam,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (23/2).


Affandi Ismail menilai, surat edaran itu secara substansial tidak nyambung. Sebab, biasanya pengeras suara di masjid dan musala dipakai untuk memperdengarkan bacaan ayat suci Al Qur'an atau shalawat bahkan ceramah agama. Hal ini tidak terkait sama sekali dengan harmonisasi di kalangan masyarakat, baik antar ummat beragama apalagi sesama agama.

“Tidak ada kaitannya sama sekali antara menjaga keharmonisan dengan aturan pengeras suara di masjid atau musala. Justru surat edaran tersebut yang harus dicabut demi terjaganya keharmonisan umat beragama,” tegasnya.

Menurutnya, Kemenag terlalu berlebihan sampai harus menerbitkan surat edaran mengurus perkara pengeras suara baik itu di masjid dan musala. Surat edaran justru meresahkan bahkan dapat melemahkan posisi umat Islam di Indonesia. Apalagi, belakangan ini Kementerian Agama lebih banyak mengeluarkan aturan yang berkaitan dengan umat Islam dibandingkan dengan yang lain.

Terakhir, Affandi menantang Menteri Agama untuk buka-bukaan terkait dengan hasil riset yang dilakukan oleh Kemenag melalui pernyataan Dirjen Bimas Islam Kemenag, yaitu Kamaruddin Amin. Di mana riset itu seolah menyimpulkan bahwa pengeras suara di masjid telah mengganggu keharmonisan masyarakat.

“Silakan dibuka hasil risetnya yang mengatakan bahwa membunyikan pengeras suara di masjid atau musala itu mengganggu kenyamanan. Puluhan tahun masjid dan musala kita menggunakan pengeras suara sebagai media syiar agama dan bahkan bisa dikatakan sudah menjadi tradisi di Indonesia, toh gak pernah ada masalah,” tegasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya