Berita

Anggota Komiis IV DPR RI, Luluk Nur Hamidah/Net

Politik

Pengrajin Tahu Tempe akan Mogok, PKB Minta Pemerintah Wajibkan Importir Gandeng Petani Lokal Tanam Kedelai

MINGGU, 20 FEBRUARI 2022 | 15:46 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Para pengrajin tahu tempe se-pulau Jawa merencanakan akan mogok massal selama 3 hari mulai Senin (21/2). Mogok itu dilakukan sebagai protes karena harga kedelai yang mahal.

Merespons hal itu, anggota Komisi IV DPR RI Luluk Nur Hamidah meminta pemerintah untuk memperbaiki tata niaga kedelai di dalam negeri. Apalagi, kenaikan harga kedelai yang meresahkan para produsen tahu tempe kerap berulang setiap tahun.

Politisi PKB itu mengusulkan beberapa skema untuk menjaga stabilitas harga kedelai. Salah satunya memberikan kewajiban pada importir kedelai untuk menanam kedelai di dalam negeri.


Menurut Luluk, selama ini kebutuhan kedelai masih ditopang dengan impor dan para importir itu belum diberikan kewajiban untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri.

"Pemerintah harus tegas pada mereka (importir kedelai) dan harus punya tanggung jawab terhadap produksi dalam negeri. Jangan cuma cari untung tapi tidak ada tanggungjawabnya," demikian kata Luluk kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu sore (20/2).

Lebih detail, Luluk meminta para importir untuk bermitra strategis dengan para petani lokal. Dengan demikian, hasil tani para petani lokal nantinya akan langsung diserap oleh para importir.

Ia meyakini, dengan skema seperti itu, ketersediaan dan harga kedelai bisa terjaga dan tidak menganggu aktvitas para pengrajin tahu dan tempe.

"Persoalan kedelai tergantung political will pemerintah. Apalagi harga kedelai impor murah karena disubsidi oleh pemerintah," demikian kata Luluk.

Ketua DPP PKB bidang Hubungan Luar Negeri ini mengatakan, dengan proses perbaikan total tata niaga kedelai dimulai dari hulu hingga hilir, maka Indonesia akan bisa lepas dari ketergantungan impor kedelai.

Dengan kondisi itu, Indonesia akan bebas guncangan pasar internasional, termasuk pasar komoditi kedelai.

"Jika ketergantungan kedelai impor mengecil, gincangan harga di pasar internasional relatif tidak terlelu mengganggu hara kedelai di pasar nasional," demikian kata Luluk.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Virus Hanta, Politik Ketakutan, dan Bayang-Bayang Bisnis Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:22

Bocah di Tapteng Diduga Dipukuli Ayahnya Gegara Telat Pulang

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:00

Jokowi dan Relawan Bersiap Blusukan

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:42

DPRD DKI Geber Ranperda RPPLH dan Pembangunan Keluarga

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:19

MUI: Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla Bentuk Ketakutan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:04

Evaluasi Otsus Papua!

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:47

Arinal Djunaidi Ajukan Praperadilan ke PN Tanjungkarang

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:11

Beruang Liar Serang Petani Sawit di Musi Rawas

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:08

Pramono Klaim Arena Ring Tinju Bikin Tawuran Turun Drastis

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:26

Tiket Kereta Daop 2 Bandung Laris Manis Selama Libur Panjang

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:15

Selengkapnya