Berita

Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Nasdem/Net

Politik

Harga Kedelai Meroket, Nasdem Minta Kemendag Turun ke Pasar

KAMIS, 17 FEBRUARI 2022 | 21:09 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Para perajin tempe dan tahu berencana mogok produksi pada 21-23 Februari 2022 mendatang lantaran harga kedelai meroket. Kedelai merupakan bahan baku utama pembuatan tempe tahu.

Naiknya harga kedelai di lapangan membuat pengrajin tahu dan tempe di berbagai daerah kelimpungan. Mereka protes dengan mengancam akan melakukan mogok produksi.

Untuk mengantisipasi hal itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Martin Manurung meminta kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk bergerak cepat dalam mengantisipasi naiknya harga kedelai di lapangan.


"Harus diantisipasi dan dilakukan langkah-langkah yang tepat. Kami minta Kemendag dan jajarannya untuk aktif turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan," ujar Martin Manurung, Kamis (17/2).

Pengecekan dilakukan untuk memastikan apakah kenaikan harga ini karena komoditi kedelainya tidak ada di lapangan atau memang karena harga di global mengalami kenaikan. Sebab, mayoritas kedelai berasal dari impor.

"Komoditi ini (kedelai) dicek supply-nya seperti apa? Dicek juga masalahnya apa? Apakah ditingkat petani, ditingkat gudang atau ditingkat importir. Itu yang harus dicek oleh Kemendag," imbuhnya.

Martin menduga jangan-jangan barangnya atau kedelainya belum keluar dari gudang sedangkan permintaan di masyarakat meningkat. Sebab, jika kedelai di lapangan minim sedangkan permintaan meningkat maka harganya akan naik.

"Masalahnya di mana itu yang harus dijelaskan oleh Kemendag," katanya.

Prinsipnya, ujar Martin, kalau ada hambatan lakukan perbaikan dengan segera dan dibereskan dengan cepat, karena kedepan permintaan kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan, bukan hanya kedelai tetapi semua komoditi karena ekonominya memang sedang naik.

Ketua DPP Partai Nasdem ini berpesan kepada Kemendag agar yang dicek bukan hanya kedelai, minyak goreng tetapi produk-produk yang lain juga harus dicek karena permintaannya akan menaik sehingga perlu diantisipasi dari sekarang.
 
Jika perlu, politisi dari Sumatera Utara ini menyarankan agar melakukan koordinasi antara Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian dan Menteri Pertanian untuk mencari solusi dari berbagai masalah yang ada.

"Perlu singkronisasi dengan kementerian lain. Disinilah peran Kementerian Koordinator untuk mempertemukan dan singkronisasi dengan Pergadangan, Perindustrian dan lainnya," demikian Martin.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya