Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Perang Tiada Akhir Melawan Narkoba

OLEH: AZMI SYAHPUTRA*
KAMIS, 17 FEBRUARI 2022 | 11:09 WIB

NARKOBA kini semakin tren di kalangan remaja dan generasi muda Indonesia. Sebab, angka penyalahgunaan narkoba ini grafiknya semakin naik dan telah pula merambah ke semua lingkungan.

Bukan hanya di kalangan anak-anak, tetapi telah memasuki semua kalangan termasuk lingkungan kampus.

Bahkan dari banyaknya kasus yang terungkap dan disidangkan menunjukkan siapa pun dapat terkena dengan berbagai modus dari para jaringan penjual narkoba.


Penyalahgunaan narkoba bermula yang awalnya mencoba lalu mengalami ketergantungan, bahkan narkoba ini akibatnya jeratan hukum pidana yang dapat mempidana dari hukuman rehabilitasi, termasuk hukuman 4 tahun penjara bahkan dapat pula bagi pelaku pengedar dihukum mati.

Termasuk akibat narkoba bagi anak atau remaja maupun orang dewasa akan membuat perilaku menjadi buruk, perubahan dalam sikap, dan kepribadian, kedisiplinan, dan kreativitas sirna cenderung mengabaikan tanggung jawab, termasuk dalam memperhatikan nilai-nilai kebaikan dalam memaknai kehidupan.

Pemakai narkoba akan malas, tidak mempedulikan kesehatan diri, malah berperilaku yang merugikan orang lain, lebih berani mencuri, berbohong demi untuk membeli narkoba. Bahkan pada akhirnya akan  menyesali diri serta berdampak menjadi stigma negatif masyarakat bagi pemakai yang ingin pulih dari ketergantungan narkoba.

Adapun penyebab utama pemakai narkoba ini adalah lemahnya karakter individu, berada pada pola asuh yang salah, lingkungan yang tidak baik serta belum maksimalnya penegakan hukum.

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba atau melawan narkoba ini adalah "perang yang tidak akan pernah berakhirnya" bila tidak dituntaskan. Karenanya, perlu komitmen dan konsistensi semua pihak dalam memberantasnya.

Sehingga semestinya begitu dapat terungkap kasus pemakai narkoba atau penjual narkoba, urai dan kejar sampai jaringannya hingga bisa diputus mata rantainya.

Karena yang dilakukan oleh jaringan bisnis narkoba ini sangat merugikan, merusak kemanusiaan, generasi menjadi lemah dan akan berdampak tidak baik bagi siapa pun, termasuk bagi generasi bangsa yang akan datang.

Karena itu, menyarankan pada kepolisian begitu ditemukan bukti dan fakta dari pelaku bisa dijadikan celah masuk bagi polisi untuk ungkap dan bongkar jaringan semaksimal mungkin.

Sehingga pencegahan narkoba harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah termasuk elemen masyarakat harus bergerak bersama, terutama peran keluarga, lebih khusus lagi orang tua, harus turut optimal berperan aktif dalam mewaspadai dan mengawasi ancaman narkoba terhadap aggota keluarganya.

Upaya lain yang dapat dilakukan adalah melakukan keja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan dengan berbagai disipilin ilmu, bidang hukum maupun kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat tentang bahaya narkoba, termasuk mengadakan razia mendadak secara rutin.

Jadi selain upaya penegakan hukum dengan penindakan, langkah pencegahan juga terus dioptimalkan, termasuk semangat berkobar, kerja panjang untuk menghadirkan sikap dan sifat optimis dari semua kalangan masyarakat agar tidak boleh lelah untuk terus membangun kesadaran atas bahayanya narkoba melalui penyuluhan ke sekolah-sekolah dan merangkul berbagai komunitas dan berpesan “Jangankan mencicip narkoba, untuk mendekati saja tidak boleh dilakukan".

*Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya