Berita

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno/Net

Politik

Indeks Demokrasi Indonesia Naik, PAN Tidak Ingin Ada Lagi Cebong dan Kadrun di Pemilu

RABU, 16 FEBRUARI 2022 | 15:00 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Laporan indeks demokrasi The Economist Intelligence Unit (EIU) pada Februari menunjukkan bahwa Indonesia masuk dalam 10 negara paling maju dalam kenaikan indeks demokrasi.

Dalam skala nilai dari 0 hingga 10, Indonesia kini berada di peringkat ke-52 dari 167 negara dengan skor 6,71.

Peringkat ini naik dari yang tadinya peringkat ke-64. Namun, Indonesia masih berada di bawah Malaysia yang berada di peringkat ke-39 dengan skor 7,24.


Menurut EIU, Indonesia juga masuk  kategori 10 negara yang paling maju capaiannya dalam indeks demokrasi. Adapun 9 negara lainnya adalah Zambia, Qatar, Moldova, India, Republik Demokrasi Kongo (DRC), Montenegro, Guyana, Uruguay, UEA, dan Singapura.

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno merespons positif kenaikan skor indeks demokrasi Indonesia dari posisi 64 ke 52 berdasarkan laporan EIU.

Menurutnya, dua tahun menjelang Pemilu 2024 ini adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas demokrasi sekaligus menghapus narasi-narasi politik identitas

"PAN sebagai partai Islam Tengah, Nasionalis, pluralis dan modern berkomitmen untuk mewujudkan demokasi yang berkualitas sekaligus mengikis politik identitas," kata Eddy kepada wartawan, Rabu (16/2).

Menurut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini, untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas maka politik harus diisi dengan adu ide, dan gagasan, bukan saling menyerang dengan narasi politik identitas

"Debat Cebong dan Kadrun di media sosial itu seharusnya diganti dengan adu ide dan gagasan, bukan saling serang di media sosial. PAN percaya politik gagasan adalah kunci demokrasi berkualitas,” katanya.

Lebih lanjut, Eddy mengajak semua pihak baik legislatif maupun eksekutif untuk terus meningkatkan indeks demokrasi Indonesia

"PAN sebagai anak kandung reformasi bertanggung jawab untuk terus merawat kebebasan berpendapat sebagai bagian dari demokrasi. Kalau semua pihak berkomitmen yang sama, kami percaya Indeks Demokrasi Indonesia akan terus naik,” tutupnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya