Berita

Ilustrasi Pemilihan Presiden/Net

Politik

Publik Inginkan Bacapres yang Punya Reputasi Positif dan Konsisten dengan Ucapan

RABU, 16 FEBRUARI 2022 | 12:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Reputasi yang baik di mata masyarakat menjadi salah satu kriteria yang diinginkan masyarakat Indonesia bagi bakal calon presiden (Bacapres) pada Pemilu 2024 mendatang.

Hal itu tercermin dari hasil survei yang digelar Citra Network Nasional di mana hampir 90 persen responden menginginkan kriteria calon pemimpin dengan reputasi baik.

“Kriteria bakal capres di Pilpres 2024 yang diinginkan oleh masyarakat terekam dalam penelitian ini, yaitu sebanyak 87,8 persen masyarakat menginginkan Capres yang be visible, yakni kandidat bisa memiliki reputasi baik di mata pemilih, mampu tampil di depan publik, menciptakan komunikasi dua arah dengan pemilih, familiar dan bersahabat dengan publik,” ucap Direktur Eksekutif Citra Network, Dwi Harini Soejono, lewat keterangannya, Rabu (16/2).


Selain itu, masyarakat juga menginginkan calon presiden yang memiliki autentifikasi terhadap dirinya sendiri serta reputasi yang positif.

“Sebanyak 89,4 persen masyarakat menginginkan capres yang be authentic, yakni reputasi positif yang dimiliki oleh seorang kandidat capres karena ia mampu mewujudkan apa yang menjadi harapan dari pemilihnya,” jelasnya.

Menurut kacamata publik, lanjut Dwi, reputasi positif yang dimiliki bukan terletak pada image yang dibuat-buat atau pencitraan, tetapi terletak pada sikap dan tindakannya.

“Ia bukan hanya seorang komunikator yang baik, tetapi juga seorang pelaksana yang baik. Dalam artian apa yang dijanjikan selalu ditepati dan kebijakan yang diambilnya selalu mempertimbangkan kepentingan banyak orang,” ujar Dwi.

Selanjutnya, sebanyak 89,6 persen menginginkan capres yang be consisten, yakni apa yang diucapkan selalu dilaksanakan.

“Dalam artian ia bukan hanya seorang yang pandai berbicara atau pandai berpidato tetapi dia juga adalah seorang perancang sekaligus pelaksana program yang mempengaruhi kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” demikian Dwi Harini.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya