Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Nasdem Minta Jokowi Aktif Sikapi Konflik Rusia dan Ukraina

SELASA, 15 FEBRUARI 2022 | 18:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina kian memanas. Negara-negara PBB diminta berperan aktif untuk mengatasi konflik ini agar tidak berdampak luas pada stabilitas keamanan dunia.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem bidang Hubungan Luar Negeri, Martin Manurung meminta kepada Kemenlu untuk mengantisipasi ketegangan yang terjadi di Ukraina dan Rusia.

"Harus dipikirkan langkah-langkahnya dengan segera. Jika perlu memang dilakukan evakuasi ya supaya dilakukan evakuasi terhadap WNI di sana," ujar Martin, Selasa, (15/2).


Dengan memburuknya komunikasi disana, Martin mengusulkan kepada Pemerintah Indonesia agar perlu memainkan perannya dalam kanca dunia.

Dikatakan Martin, Indonesia dengan politik internasioalnya yang bebas aktif untuk melakukan komunikasi baik kepada Presiden Putin maupun ke Presiden Biden.

"Setahu saya kedua presiden ini sangat menghormati Indonesia, juga Presiden Jokowi," harapnya.

Martin menambahkan, saat ini Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan G20. Dengan posisi Indonesia di mata internasional saat ini akan menjadi lebih strategis untuk melakukan peran-peran diplomasi.

Teknisnya, kata Martin, menjalin komunikasi dengan negara yang menjadi aliansi NATO maupun Rusia.

"Tujuannya, untuk menghindari ketegangan dan tingginya eskalasi yang terjadi di Ukraina,” demikian Martin.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya