Berita

Koordinator PPKM Pulau Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Menko Luhut: Dibandingkan Delta, Efek Varian Omicron Lebih Rendah

SENIN, 14 FEBRUARI 2022 | 19:33 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Perkembangan kasus Covid-19, khususnya varian Omicron di DKI Jakarta menjadi cerminan dari Indonesia sudah melewati puncak penyebaran.

Begitu dikatakan Koordinator PPKM Pulau Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual, Senin (14/2).

“Berita positifnya, tren kasus di DKI Jakarta menunjukkan tanda-tanda mulai melewati puncaknya. Baik kasus harian, kasus aktif, maupun rawat inap mulai menunjukkan penurunan,” kata Luhut.


Luhut mengatakan, peningkatan Covid-19 varian terbaru tersebut mengalami peningkatan di wilayah Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun, angka peningkatannya di bawah puncak penyebaran varian Delta di tahun lalu.

“Tidak hanya kasus, jumlah rawat inap rumah sakit di provinsi Jawa-Bali sebagian besar masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan Delta,” imbuhnya.

Terkait bed occupancy ratio (BOR) yang dipublikasikan pemerintah, Luhut mengatakan sebenarnya belum mencerminkan kapasitas maksimum.

“Jika pemerintah menggunakan kapasitas maksimum tempat tidur seperti yang terjadi pada puncak Delta yang lalu, maka BOR akan jauh lebih rendah,” ucapnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini mencontohkan kapasitas BOR yang belum sampai maksimum, di Pulau Jawa dan Bali, per hari ini Senin (14/2) hanya sekitar 21 ribu yang terisi dari persediaan 55 ribu bed.

“Sehingga akan terlihat BOR saat ini di angka 39 persen. Bila menggunakan kapasitas maksimal diangka 87 ribu tempat tidur seperti saat Delta, maka BOR hari ini di Jawa Bali hanya terisi sekitar 25 persen saja. Angka ini masih jauh di bawah standar memadai WHO, yakni sebesar 60 persen,” pungkasnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya