Berita

Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Luhut: Puncak Omicron Masih Jauh Lebih Rendah dari Periode Delta

SENIN, 14 FEBRUARI 2022 | 17:12 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kasus Omicron yang cukup tinggi beberapa hari terakhir belum menunjukkan puncaknya. Pemerintah bahkan mengklaim kasus Omicron saat ini lebih rendah daripada puncak penyebaran Delta tahun lalu.

Begitu yang disampaikan Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan dalam laporan mingguan penanganan Covid-19 secara virtual, Senin (14/2).

"Sampai saat ini belum melebihi puncak Delta di tahun lalu. Padahal jika kita merujuk negara lain, puncak Omicron biasanya tiga sampai empat kali lebih tinggi daripada puncak Delta,” kata Luhut.


Dia menambahkan tingkat rawat inap di rumah sakit dan tingkat kematian Omicron masih jauh lebih rendah daripada periode Delta di tahun lalu.

“Tapi ini juga tidak menyuruti tingkat kehati-hatian kita. Data ini perlu dipahami oleh kita semua untuk tidak memperlakukan Omicron sama seperti periode Delta yang lalu dengan pola yang sama,” ucapnya.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi ini menambahkan, di Pulau Jawa dan Bali, penambahan kasus penyabaran Omicron mengalami pelambatan namun terjadi peningkatan kontribusi di luar Jawa dan Bali.

"Dalam 7 hari terakhir Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Bali menjadi 3 provinsi yang tren kasusnya lebih tinggi dari Puncak Delta. Namun belum seperti kita diprediksi banyak orang, tiga atau empat kali lebih tinggi dari Delta,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya