Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Ist

Politik

Dampak Kisruh di Desa Wadas: Elektabilitas Ganjar Melorot, Puan Berpeluang Didukung Megawati untuk 2024

KAMIS, 10 FEBRUARI 2022 | 16:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kisruh yang terjadi di Desa Wadas, Purworejo, berpotensi memberi dampak negatif terhadap elektabilitas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk maju di 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (10/2).

"Elektabilitas Ganjar diperkirakan akan melorot. Sebab, kejadian tersebut memperlihatkan kepemimpinan Ganjar yang bertolak belakang dengan pencitraannya selama ini di medsos,” ucap Jamiluddin.


Saat ini, lanjut Jamiluddin, masyarakat tengah menimbang-nimbang keberpihakan Ganjar. Hingga akhirnya menilai kader banteng itu lebih berpihak kepada investor.

"Masyarakat menjadi tahu, Ganjar bukanlah sosok yang berpihak kepada rakyat. Dia terkesan lebih berpihak kepada investor. Kesan dekat dengan rakyat yang ditanamkan selama ini menjadi sirna. Perubahan kesan inilah yang akan membuat anjloknya elektabilitas Ganjar,” paparnya.

Menurut Jamiluddin, kondisi tersebut tentu tidak menguntungkan bagi Ganjar dalam upayanya meyakinkan Megawati untuk mengusungnya menjadi capres pada 2024.

"Kalau elektabilitas anjlok, tentu Megawati akan lebih nyaman mengusung anaknya Puan Maharani pada Pilpres 2024. Ganjar juga akan tidak dilirik partai lain," terang Jamiluddin.

"Hal itu tentu pukulan telak bagi Ganjar dalam upayanya mewujudkan ambisinya menjadi orang nomor satu di Indonesia,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya