Berita

Pelantun lagu "Segala Rasa Cinta", Fryda Lucyana/Ist

Publika

CATATAN ILHAM BINTANG

Penyanyi Fryda Lucyana, Rekor Tiga Kali Terjangkit Covid-19

KAMIS, 10 FEBRUARI 2022 | 10:55 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

TIDAK banyak orang yang punya pengalaman berurusan virus Covid-19 selengkap Fryda Lucyana. Awal Februari ini ia kembali tertular virus Covid-19 untuk ketiga kali.

Dilihat dari rentang waktu "hattrick" itu terjadi (September  2020, Juli 2021, dan Februari 2022), kemungkinan virus yang bersarang di tubuh penyanyi itu pun tiga varian pula: Alpha, Delta, dan Omicron. Padahal, dia sudah vaksin Sinovac dua kali.

Pelantun lagu "Segala Rasa Cinta" yang bekerja di kantor Sekretariat Negara itu pertama kali terpapar 10 September 2020. Waktu itu kasus Covid-19 baru mencapai 207.203 per tanggal hari itu. Sedangkan data hariannya, 3.861 kasus positif baru. Fryda karenanya hanya isolasi mandiri.


Serangan kedua, terjadi 7 Juli 2021. Di bulan itu terjadi lonjakan signifikan varian ganas Delta di seluruh dunia.

Di Tanah Air, per 16 Juli 2021 totalnya sudah 2.780.803 kasus. Sementara update hariannya 54.000 kasus per hari itu. Total yang meninggal dunia 71.397 jiwa.

Fryda juga kehilangan ayahnya, H. Fadhly Ilhamy (78) yang wafat akibat Covid-19 pada Kamis (15/7) di RSPP Modular Simpruk.  

Serangan kedua membuat Fryda sembilan belas hari dirawat di RS. Saat ayah tercinta wafat, ia masih diopname. Hanya bisa meratapi nasib di dalam kamar isolasi RS Muhammadiyah Taman Puring, Kebayoran Baru.

Kebetulan saja ada kawannya yang membantu merekam dan menyiarkan secara "live" upacara pemakaman di San Diego Hill, sehingga ia dapat mengikuti pemakaman ayah tercinta.

Komorbid Asma dan Gerd

Fryda mengaku paling menderita selama pandemi. Ia punya komorbid Asma dan Gerd. Secara medis, Asma tidak menular, namun beberapa infeksi virus seperti salesma dan flu dapat menyebabkan timbulnya serangan pada penderitanya.

Waktu ayahnya sakit dan belum terkonfirmasi Covid-19, Fryda yang mengurus di rumah. Serangan Covid kedua diduga kuat Fryda dari sang ayah.

Serangan ketiga, terkonfirmasi pada 1 Februari lalu. Hasil swab PCR-nya: Positif. Sampai Kamis (9/2) ia masih diopname di RS Abdi Waluyo. Setiap kali terjangkit, dia sesak nafas. Itu yang menjadi persoalan besar dan berat baginya.

"Yang ketiga ini, saya tidak bisa memastikan kontak dengan siapa dan di mana?” kata Fryda saat diwawancara Rabu (9/2) petang. Dia juga tak memastikan yang menyerangnya varia Omicron atau masih Delta.

"Kata dokter untuk memastikan Omicron perlu pemeriksaan khusus di Kemenkes. Makan waktu lama tahu aslinya karena antrenya juga panjang," cerita Fryda.

Menurut kisahnya, sampai 24 Januari dia masih bekerja di kantor (WFO ). Itu hari terakhir dia masuk kantor. Ia ingat pulang dari kantor sore badannya mulai merasa meriang, agak menggigil kalau kena air. Esoknya, selain meriang, pening, juga muncul gangguan di tenggorokan.

Dua hari kemudian dia menerima pesan di WAG kantor. Ada teman kantor yang positif Covid. Tapi pada waktu ia Swab PCR esok harinya, hasil Swab PCR negatif.

Karena negatif hari itu, ia pun kontrol ke dokter syaraf. Setelah disuntik mendadak rasa pening muncul lagi. Ia lunglai hampir pingsan karena kebanyakan disuntik oleh dokter syaraf (biasanya kalau kontrol, kurang dari 10 suntikan, sedangkan hari itu lebih dari 20 suntikan).

"Yang paling mengganggu adalah rasa gatal di bawah permukaan kulit. Bikin gelisah dan tidak bisa tidur. Zoom Meeting lembur kantor terpaksa dilakukan sambil tiduran,” ujarnya.

Kondisinya memburuk. Lemas, batuk-kering, dan mulai sesak lagi. Dia pun Swab PCR lagi 31 Januari sore. Saat bangun pagi 1 Februari hasil PCR sudah dikirim dan ternyata positif Covid lagi dengan CT yang rendah (21.75  dan 20.94).

"Gejalanya mirip ketika kena covid yg ke-2 (varian Delta), yaitu meriang, pening, radang tenggorokan, flu, batuk kering diikuti sesak nafas. Bedanya dalam intensitasnya saja yang lebih ringan,” katanya.

Update kasus Covid di Indonesia 9 Februari sudah bertengger di angka 46.843 kasus. Total kasus positif sudah mencapai 4.626.936 kasus. Sementara kasus kematian bertambah 65 orang, dan totalnya mencapai 144.784 orang.

Kisah Fryda menjadi pelajaran berharga buat kita selalu mewaspadai virus Covid-19 apapun variannya. Omicron, varian terbaru Covid-19 yang mulai terdeteksi 28 November tahun lalu, kini bikin dunia panik meskipun digembar-gemborkan efeknya ringan.

Update harian kasus positif Rabu (9/2) sudah mendekati puncak harian Delta bulan Juli tahun lalu. Pemerintah sejak tahun lalu memang sudah mengantisipasi varian baru tersebut. Segala persiapan dilakukan tidak mau lagi kecolongan seperti tahun lalu.

Kemarin  PPKM dinaikkan ke level 3 di beberapa daerah. Kecepatan Omicron menjangkiti pasien sudah terbukti. Prediksi pakar mengenai kecepatan Omicron berbanding terbalik dengan keganasannya juga sementara waktu ini juga terbukti.

Update kematian kemarin "hanya" merenggutkan 65 jiwa. Tapi lonjakan kasus dua minggu terakhir tetap mengancam. Seperti saya sebelumnya, belum jelas betul yang sekarang menjangkiti pasien hanya Omicron. Bisa saja varian lain. Omicron saja pun sangat mangancam pasien lansia apalagi yang punya komorbid.

Kecepatannya saja sudah membuat panik. Satu rumah tangga bisa lumpuh jika satu positif. Sekurangnya bisa melumpuhkan ekonomi banyak masyarakat karena bolak balik harus tes swab Antigen maupun PCR yang tidak gratis, dan masih dikenakan pula pajak oleh pemerintah.

Penulis adalah wartawan senior

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya