Berita

Poin sikap tertulis PBNU terkait penolakan warga Desa Wadas terhadap rencana tambang Andesit/Repro

Politik

Tidak Ingin Hak Masyarakat Dirampas, PBNU Instruksikan PCNU Purworejo Dampingi Warga Wadas

KAMIS, 10 FEBRUARI 2022 | 02:33 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Insiden kekerasan yang berujung penangkapan 66 warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo disoroti oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi mengatakan, setelah pihaknya menyimak laporan dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Bener dan PCNU Purworejo, PBNU meminta pemerintah mengutaman pendekatan dialog dalam menyelesaikan masalah.

Kata Gus Fahrur, pola dialog humanis yang mengedepankan musyawarah akan menghindarkan cara-cara kekerasan. PBNU juga mengimbau kepada semua pihak agar tetap mengedepankan semangat persaudaraan dan kemanusiaan.


Menyikapi penolakan warga Wadas terhadap tambang andesit, Gus Fahrur meminta pemerintah pusat dan daerah lebih serius bekerja untuk meyakinkan masyarakat.

Dijelaskan Gus Fahrur, upaya pemerintah meyakinkan masyarakat sangatlah penting, jika memang pemerintah memprioritaskan proyek strategis nasional pembangunan Bendungan Bener.

"Dan kemaslahatan bagi masyarakat umum, serta memastikan tidak ada potensi kerusakan lingungan hidup dan sumber daya alam," demikian kutipan sikap PBNU (9/2).

Gus Fahrur menjelaskan, pihaknya secara khusus meminta PCNU Purowrejo melakukan langkah strategis untuk menjaga situasi masyarakat agar tetap kondusif.

Sebagai penutup, PBNU memastikan akan terus memantau perkembangan dan mendampingi warga Wadas. Tujuannya, untuk mengawal agar tidak terjadi perampasan hak masyarakat.

"Memastikan tidak terjadinya perampasan hak-hak masyarakat dan terpenuhinua keadilan bagi masyarakat," demikian sikap tertulis PBNU yang ditandatangani oleh Ahmad Fahrur Razi sebagai Ketua dan Abdul Qodir selaku Wakol Sekretarsi jenderal PBNU.

Atas permintaan banyak pihak, polisi akhirnya membebaskan seluruh warga yang ditangkap. Baik Kapolda dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan tidak ada kekerasan yang dilakukan aparatnya.

Ganjar bahkan langsung mendatangi Desa Wadas dan bertemu warga setempat.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

UPDATE

Muawiyah Ubah Khilafah Jadi Tahta Warisan Anak

Minggu, 01 Maret 2026 | 02:10

Arab Saudi Kutuk Serangan Iran di Timteng, Ancam Serang Balik

Minggu, 01 Maret 2026 | 02:00

Pramono Siapkan Haul Ulama Betawi di Monas

Minggu, 01 Maret 2026 | 01:40

Konflik Global Bisa Meletus Gegara Serangan AS-Israel ke Iran

Minggu, 01 Maret 2026 | 01:26

WNI di Iran Diminta Tetap Tenang

Minggu, 01 Maret 2026 | 01:09

Meriahnya Perayaan Puncak Imlek

Minggu, 01 Maret 2026 | 01:03

Jemaah Umrah Jangan Panik Imbas Timteng Memanas

Minggu, 01 Maret 2026 | 00:31

Jakarta Ramadan Festival Gerakkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 01 Maret 2026 | 00:18

Pramono Imbau Warga Waspadai Intoleransi hingga Hoaks

Minggu, 01 Maret 2026 | 00:03

PT Tigalapan Klarifikasi Tuduhan Penggelapan Proyek

Minggu, 01 Maret 2026 | 00:01

Selengkapnya