Berita

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dilaporkan ke Puspomad TNI karena diduga menista agama Islam karena menyebut "Tuhan bukan orang arab"/Net

Politik

Tindaklanjuti Dugaan Penistaan Agama Jenderal Dudung, Puspomad Diharap Berani Tegakkan Keadilan

KAMIS, 10 FEBRUARI 2022 | 00:39 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pusat Polisi Militer Puspomad Tentara Nasional Indonesia (TNI) memanggil Koalisi Ulama Habaib dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA).

Pemanggilan KUHAP Apa menindklanjuti laporan elemen masyarakat itu terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan KSAD Jenderal Dudung.

Pemanggilan para ulama ini diklaim sebagai bukti polisi militer serius memproses Jenderal Dudung yang dinilai offside dalam mengeluarkan pernyataan di hadapan publik.


Merespons hal itu , pengamat politik Ujang Komarudin berharap Puspomad berani memproses pelaporan para ulama yang menduga Jenderal Dudung telah melakukan pelanggaran kode etik sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

"Semoga Puspomad berani menegakkan keadilan dan kebenaran,” demikian harapan Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (9/2).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menantang Puspomad berani memanggil Jenderal Dudung dan memprosesnya sesuai ketentuan Undang Undang.

"Jika Puspomad bekerja profesional dan punya keberanian tinggi demi kepentingan bangsa dan negara, bisa saja Dudung dipanggil dan diproses secara hukum dengan mengedepankan prinsip keadilan,” katanya.

"Namun jika tak berani, maka bisa saja kasus tersebut akan menguap dan tak akan jelas prosesnya,” tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya