Berita

Wakil Ketua Komisi II DPR Luqman Hakim/RMOL

Politik

Terakhir Pekan Ketiga Februari, Pimpinan DPR Diminta Segera Tugaskan Komisi II Uji 24 Calon KPU-Bawaslu

SENIN, 07 FEBRUARI 2022 | 05:12 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Terkait nasib calon anggota KPU dan Bawaslu sampai saat ini belum jelas kapan waktu pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan di Komisi II DPR RI.

Meski internal Komisi II DPR sudah menyiapkan fit and proper test tanggal 14 Februari mendatang, ternyata hingga saat ini belum ada perintah dari pimpinan DPR.

Wakil Ketua Komisi II DPR Luqman Hakim mengatakan, jika mengacu pada Pasal 120 UU 7/2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) sudah diatur bahwa paling lama dalam 30 hari DPR harus menuntaskan pemilihan calon anggota KPU dan Bawaslu terhitung sejak Surat dari Presiden diterima DPR. Yang dimaksud 30 hari, adalah hari kerja.


Luqman menjelaskan, mengacu regulasi itu, artinya sejak DPR menerima Surpres 24 nama calon KPU dan Bawaslu pada 12 Januari lalu, batas akhir DPR menyelesaikan pemilihan anggota KPU dan Bawaslu jatuh di sekitar minggu ketiga Februari 2022.

Atas dasar itu, Luqman berharap, seleksi dan pemilihan anggota KPU dan Bawaslu dapat diselesaikan dalam masa sidang kali ini.

"Untuk itu, saya mohon Pimpinan DPR secepatnya dapat melakukan Rapat Pimpinan DPR dan Rapat Bamus DPR kemudian memberikan penugasan kepada Komisi II untuk melakukan fit and proper test serta pemilihan calon anggota KPU dan Bawaslu," demikian permohonan Politisi PKB ini.

Pria yang juga Ketua PP GP Ansor ini menjelaskan, secara internal, Pimpinan Komisi II DPR sudah menyiapkan jadwal fit and proper test dan pemilihan calon anggota KPU dan Bawaslu, yakni 14-16 Februari.

Meski demikian, jika belum ada penugasan resmi dari Pimpinan DPR, tahapan uji kelayakan dan kepatutan pada para calon penyelenggara Pemilu itu belum bisa dilaksanakan.

"Apabila penugasan dari Pimpinan DPR melalui Rapat Bamus DPR belum ada, maka Komisi II tidak bisa bergerak lebih lanjut," pungkas Luqman.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya