Berita

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan asyik teleponan saat Presiden Jokowi berpidato/Repro

Politik

Berani Teleponan saat Jokowi Pidato, Bisa jadi Luhut Merasa "The Real President"

SENIN, 07 FEBRUARI 2022 | 02:14 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Tindakan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang asyik mengangkat telepon saat Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.

Demikian pandangan pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Menurut Andi, sikap Luhut yang berani mengangkat telepon saat Jokowi pidato adalah bentuk perilaku pejabat yang melanggar etika pemerintahan.


Sebab, ketika Jokowi sebagai Presiden berpidato, sikap yang tepat dari Luhut adalah menyimak seluruh pernyataan pimpinannya.

"Apapun alasannya, perilaku Luhut yang menelepon saat Presiden Jokowi sedang berpidato adalah perilaku yang melanggar etika pemerintahan," demikian kata Andi.

Dikatakan Andi, sebagai Menko, Luhut seharusnya sadar bahwa dia adalah pembantu Presiden Jokowi.

Dalam perspektif komunikasi politik, tambah Andi, perilaku dan gerak gerik seseorang bisa memiliki makna non verbal yang secara politik ditafsirkan seseorang itu setuju atau menolak sesuatu.

"Gerak tubuh Luhut dalam kasus di atas bisa dipersepsikan bahwa Luhut tidak sejalan dengan (isi pidato) presiden," tandas Andi.

Apakah Luhut menganggap dirinya punya kekuasaan tertinggi, Andi berpandangan, sikap Luhut berani mengangkat telepon saat Jokowi pidato adalah bisa ditafsirkan dirinya merasa presiden yang sesungguhnya.

"Bisa jadi karena Luhut sedang merasa diri sebagai "the real president"," pungkas Doktor politik Universitas Padjajaran ini.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya