Berita

Pengamat pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie/Repro

Politik

Connie Rahakundini: FIR jadi Polemik karena Terkait Zona Pertahanan Udara Indonesia

SENIN, 07 FEBRUARI 2022 | 00:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Perdebatan terkait perjanjian flight information region (FIR) antara Indonesia dengan Singapura terjadi lantaran masalah pendelegasian FIR ke Singapura terhadap batas ruang udara 0-37 ribu kaki.

Faktor mendasarnya karena FIR terkait erat dengan zona identifikasi pertahanan udara di Indonesia yang rentan jika dipegang negara lain.

Demikian disampaikan pakar pertahanan Connie Rahakundini Bakrie dalam Forum Diskusi Salemba 75, bertemakan Menakar Perjanjian FlR Indonesia-Singapura, Bermanfaatkah Bagi Indonesia?, Minggu (6/2).



Kata Connie, FIR terkait erat dengan kedaualatan negara. Alasannya, FIR sangat terkait dengan Air Defence Identification Zone (ADIZ). Meski demikian, tidak semua orang Indonesia mengetahui apa pentingnya ADIZ.


"Di situ (ADIZ) di seluruh wilayah udara kita dan betapa pentingnyanya hubungan antara Adis Dengan skill yang penuh dikuasai oleh kita,” kata Connie.

Dia menambahkan, polemik FIR tersebut muncul karena masyarakat Indonesia kurang paham mengenai ADIZ. Akibatnya, meminta Pemerintah Indonesia untuk mengkaji ulang perjanjian FIR antara dua negara tersebut.

"Itu yang mungkin belum sampai makanya frekuensi kita berbicara tema dan pemahaman saya itu harus disamakan terlebih dahulu,” imbuhnya.

Di Indonesia, dijelaskan Connie, terdapat beberapa zona FIR yakni Jakarta, Ujung Pandang, Bali dan Biak serta 200an fitur titik FIR yang rentan diambil oleh negara lain.

Connie mengatakan, ke depan akan banyak perdebatan soal FIR lantaran Indonesia memiliki posisi strategis.

"Tapi sebenarnya ada beberapa titik yang mau saya sampaikan kan FIR di dunia ini tidak akan banyak kalau kita bicara masa depan pertahanan kita. Harusnya pertama mengedepankan tentang ADIZ kita,” katanya.

Connie menambahkan, saat ini masalah kedaulatan merupakan masalah yang krusial sehingga menimbulkan polemik jika FIR di batas ruang udara 0-37 ribu kaki di atas Kepulauan Riau dan Natuna jatuh ke tangan Singapura.

"Kalau kita bahas soal FIR dan kedaulatan kita saya akan bercerita beberapa dari kita itu mungkin punya masalah untuk menggambarkan kondisi hari ini kemudian kondisi ke depan apa,” tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya