Berita

Wasekjen MUI, Ikhsan Abdullah/Net

Politik

MUI: Kehilangan Legitimasi, Kebijakan PPKM Harus Ditinjau Ulang

SABTU, 05 FEBRUARI 2022 | 05:20 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kerumunan warga yang terjadi imbas kunjungan kerja (Kunker) Presiden Joko Widodo di Danau Toba, Sumatera Utara turut disorot oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ikhsan Abdullah berpendapat, seharusnya kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) segera ditinjau ulang. Alasannya, kondisi saat ini sudah tidak sesuai dengan yang ada di masyarakat.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW) ini, saat ini imunitas bangsa Indonesia sudah semakin baik. Sebab, pemerintah selama ini berhasil melakukan program vaksinasi tahap satu dan dua.


"Kebijakan PPKM saat ini sangat tidak efektif untuk kembali diterapkan, karena disamping masyarakat sudah jenuh dan terlalu lama hidup dengan kekosongan pandemik," demikian pendapat Ikhsan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (5/2).

Ia menilai, masyarakst sudah tidak sabar lagi ingin kembali hidup normal dan melakukan aktivitas, seperti menghidupkan lagi kegiatan ekonominya.

Bahkan, Katib Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini, kebijakan PPKM sudah kehilangan legitimasi, karena perilaku  pejabat negara yang tidak menghiraukan social distancing.

"Presiden menerapkan kebijakan baru yang menetapkn Covid-19 sebagai endemic dan tidak lagi sebagai pandemi," pungkas Ikhsan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya