Berita

Konferensi pers peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur/Ist

Politik

Faktor Keberagaman Jadi Alasan PBNU Gelar Harlah di NTT

JUMAT, 04 FEBRUARI 2022 | 16:02 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Peringatan hari lahir (Harlah) ke-96 Nahdlatul Ulama (NU) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dianggap menjadi catatan sejarah.

Ketua Panitia Harlah NU di NTT yang juga Ketua PBNU, Nasyirul Falah Amru mengatakan, lokasi NTT sengaja dipilih karena penuh keberagaman. NU, kata dia, ingin menunjukkan bahwa Indonesia dikaruniai keanekaragaman yang patut dirayakan.

"Ini menjadi catatan sejarah, setelah pengukuhan kemarin di Balikpapan, lalu hari ini acara harlah digelar di NTT. Kemudian ada rangkaian di Sumsel dan akan ditutup di Bangkalan," kata Nasyirul Falah Amru saat menggelar konferensi pers, di Labuan Bajo, Jumat (4/2).


Dalam konferensi pers tersebut, hadir juga Wasekjen PBNU, Sulaiman Tanjung; Ketua PBNU, H Umarsyah; Ketua PWNU NTT, KH Pua Monto Umbu Nay; dan Wabendum PBNU, Suwandi.

Menurut tokoh muda NU yang biasa disapa Gus Falah ini, NTT selain karena faktor keberagamannya, juga merupakan wilayah kepulauan yang potensi kelautan dan perikanannya bisa dioptimalkan.

Hal ini sejalan dengan rencana PBNU dalam program Kampung Nelayan Binaan NU, yang merupakan program dari Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Artinya, PBNU ingin turun secara langsung memberikan semangat dan spirit, dan memberikan aksi, tidak hanya berhenti di kata-kata. Karena itu, saat pengukuhan pengurus PBNU kemarin, kita adakan MoU dengan KKP dan KLHK, langsung di hadapan Pak Presiden Jokowi," jelasnya.

Gus Falah melanjutkan, NTT sangat strategis untuk memperkuat program kemaritiman. Pihaknya pun akan meninjau Kampung Nelayan binaan NU Desa Warloka untuk meninjau kondisi terkini di sana yang disebut masih butuh perhatian.

"Bahkan di pasarnya kampung nelayan ini transaksi masih menggunakan barter, ikan dibarter dengan kebutuhan pokok," papar Gus Falah.

Ia menyebut, rangkaian Harlah NU akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf; Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf; termasuk Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono dan beberapa lainnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya