Berita

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati/RMOL

Politik

Neni Nur Hayati: Pemenuhan Keterwakilan Perempuan di KPU Bawaslu Wujud Konkret Internalisasi UU

JUMAT, 04 FEBRUARI 2022 | 04:45 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Isu keterwakilan perempuan dalam komposisi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengaws Pemilu (Bawalsu) terus disuarakan oleh berbagai kalangan aktivis.

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati mengatakan, pemenuhan 30 persen keterwakilan perempuan di penyelenggara Pemilu harus menjadi prioritas utama. Sebab dengan memenuhi keterwakilan perempuan adalah wujud internalisasi konkret terhadap aturan perundang-undangan.

"Kita perlu menghadirkan langsung sosok perempuan yang memiliki kapasitas dan integritas yang bagus baik itu rekam jejak, kinerja juga kapabilitasnya yang memang mumpuni," demikian kata Neni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (4/2).


Menurut Neni, dengan menghadirkan perempuan maka akan mampu mendorong keadilan serta kesetaraan akses perempuan di penyelenggara Pemilu.

Dalam pandangan Nenu, kehadiran perempuan tentu bukan hanya sekadar pelengkap belaka dalam penyelenggaran Pemilu. Karena, laki laki yang memiliki perspektif gender saja tidaklah cukup.

Ia mengatakan, perempuan harus secara langsung mengisi ruang penyelenggara Pemilu agar bisa lebih terstruktur, sistematis dan massif lagi.

"Sampai ke grass root dan memiliki kebijakan yang mengarusutamakan pada kepentingan perempuan dan kelompok rentan sehingga dapat terwujud inklusivitas pemilihan," pungkas Neni.

Dari 14 calon anggota KPU, kandidat perempuan terdiri dari Betty Epsilon Idroos, Dahliah, Iffa Rosita dan Yessy Yatty Momongan.

Sedangkan dari 10 calon anggota Bawaslu kandidat perempuannya terdiri dari Andi Tenri Sompa, Lolly Suhenty dan Mardiana Rusli.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya