Berita

Ketua Pengurus Besar (PB) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Maya Muizatil Luthfillah/RMOL

Politik

Kopri PB PMII Minta DPR Perhatikan Keterwakilan 30 Persen Perempuan di KPU dan Bawaslu

KAMIS, 03 FEBRUARI 2022 | 23:08 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Tahapan seleksi calon komisioner KPU dan Bawaslu sudah ada di meja DPR. Dua puluh empat orang itu nantinya akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebelum kembali disaring menjadi 7 anggota KPU dan 5 komisioner Bawaslu.

Merespons hal itu, Ketua Pengurus Besar (PB) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Maya Muizatil Luthfillah menjelaskan, pentingnya ada keterwakilan perempuan di lembaga kepemiluan, baik di Komisi Pemilihan Umum (KPU) ataupun di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI).

Ia menilai, perlu adanya upaya yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menambah porsi perempuan dalam lembaga penyelenggaraan kepemiluan seperti KPU dan Bawaslu.


“Keterwakilan perempuan yang besar di tingkat pusat akan berdampak ke tingkatan daerah. Hal tersebut bisa terwujud jika di tingkat pusat jumlah perempuan yang berpartisipasi lebih dari 30 Persen,” demikian kata Maya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (3/2).

Maya menilai, urgensi peran perempuan dalam penyelenggaraan kepemiluan akan dapat menguatkan demokrasi. Maya berpandangan dengan partisipasi perempuan akan memberikan gagasan terkait perundang-undangan khususnya dalam rangka melindungi perempuan dan anak.

Menurutnya, uji kelayakan dan kepatutan yang akan digelar oleh DPR dalam waktu dekat untuk menentukan anggota KPU dan Bawaslu harus mengacu kepada UU 7/2017.

Ia berharap, DPR bisa memberikan ruang maksimal terhadap para calon anggota KPU dan Bawaslu.

"Terus memaksimalkan partisipasi keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen diranah penyelenggara kepemiluan,” tegasnya.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Din Syamsuddin Nilai Serangan AS-Israel Bisa Porak-porandakan Dunia Islam

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:14

Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Picu Konflik Berkepanjangan

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:02

Iran Tutup Selat Hormuz, Lalu Lintas Minyak Global Terancam

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:59

UI Tegaskan Demonstran yang Maki Polisi Bukan Mahasiswanya

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:41

AS-Israel Sama Sekali Tak Peka Dunia Islam

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:33

KPK Pastikan Anggota Komisi V DPR Terseret Kasus DJKA

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:23

Harga BBM Pertamina 1 Maret 2026: Non-Subsidi Naik Serentak, Pertalite Stabil

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:40

Serangan Trump ke Iran Retakkan Integritas Demokrasi Amerika

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:17

Khamenei Meninggal Dunia, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:07

Kritik PDIP soal MBG Bisa Dipahami sebagai Peran Penyeimbang

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:04

Selengkapnya