Berita

Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar/Net

Publika

Terlempar dari PBNU, Suara PKB Berpotensi Gembos

Oleh: Tony Rosyid*
KAMIS, 03 FEBRUARI 2022 | 02:46 WIB

MUKTAMAR Nahdlatul Ulama atau NU telah usai. Gus Yahya Staquf terpilih jadi Ketua Umum PBNU. Kiai Said Aqil Siroj dan Kiai As'ad tersingkir.

Dimana posisi Muhaimin Iskandar? Cak Imin, panggilan akrab Ketum PKB ini berada di kubu Kiai Said Aqil Siraj. Karena kalah, orang-orang Cak Imin kabarnya tak diberi tempat di Kepengurusan PBNU.

Bulan lalu, PKB kena semprot dari PBNU. Safari politik Cak Imin di PCNU Sidoarjo dan Banyuwangi membuat PBNU berang. Akibat safari politik Cak Imin, ketum PBNU Gus Yahya Staquf memanggil kedua ketua PCNU tersebut. Keduanya diminta klarifikasi karena telah menerima Cak Imin.


Ini teguran keras. Warning! Seolah memberi pesan: Jangan ada lagi PCNU yang terima Cak Imin.

Gus Yahya Staquf menegaskan PBNU akan menjaga jarak dengan kepentingan politik praktis. PBNU, tegas Gus Yahya, tidak boleh menjadi alat politik manapun, termasuk PKB.

Ketegasan Gus Yahya seolah menjadi antitesa dari kepengurusan PBNU sebelumnya yang oleh publik dianggap terlalu jauh terlibat dalam politik praktis. Bahkan secara tersirat bisa dimaknai bahwa "seolah-olah" PBNU yang lalu terkesan menjadi alat politik PKB.

Publik bertanya-tanya: apakah ini tanda bahwa NU ingin benar-benar kembali ke khittah dengan menjauhkan diri dari praktik-praktik politik praktis? Atau ini hanya terkait dengan Cak Imin?

Apakah PBNU bersikap tegas ke politik praktis, atau semata-mata keras terhadap PKB-nya Cak Imin?

Apakah ini upaya untuk pressure kepada Cak Imin dengan satu pesan: bahwa orang NU tak ingin lagi PKB dipimpin oleh Cak Imin?

Mengingat keterlibatan PKB dalam setiap muktamar PBNU, maka pertanyaan-pertanyaan di atas menjadi sangat relevan. Dan pertanyaan-pertanyaan ini suatu waktu akan terjawab.

Boleh jadi jawaban muncul setelah ada suksesi kepemimpinan di PKB. Juga akan terlihat dalam sikap PBNU di Pilpres dan Pileg 2024.

Sejarah mencatat bahwa NU adalah organisasi yang perannya paling sentral dalam melahirkan dan membesarkan PKB.

Jika kader-kader PKB tersingkir dari PBNU, dan ada upaya terus menjauhkan NU dari PKB, akankah hal ini punya pengaruh terhadap elektabilitas partai yang didirikan Gus Dur ini?

Hubungan dis-harmoni antara PKB dengan PBNU akan menguntungkan bagi partai lain, terutama PPP. Para pemilih PKB dan PPP beririsan.

Mereka yang lari dari PKB kemungkinan sebagian akan hijrah ke PPP. Apalagi saat ini, partai ka'bah sedang gencar dalam pemberitaan, terutama sejak kerap mengundang Anies Baswedan. []

*Penulis adalah pengamat politik dan pemerhati bangsa

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya