Berita

Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani/Repro

Politik

KSSK Klaim Sistem Keuangan Normal di Triwulan IV-2021, tapi Ada Sederat Masalah Mengancam

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 16:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sistem keuangan pada triwulan IV-2021, diklaim Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) berada pada kondisi normal seiring perbaikan kondisi pandemi Covid-19 nasional pada periode yang sama.

Ketua KSSK, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perbaikan pandemi Covid-19 membuat aktivitas perekonomian di dalam negeri berangsur meningkat. Hal ini yang membuat sistem keuangan berjalan stabil.

"KSSK menyepakati memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan momentum pemulihan ekonomi," ujar Sri Mulyani dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube KSSK pada Rabu (2/2).


Katanya, perbaikan kondisi pandemi Covid-19 pada Triwulan IV-2021 menjadi faktor pendorong ekonomi bergerak. Sebabnya, pemerintah sudah mulai bisa melonggarkan pembatasan kegiatan masyarakat.

Kondisi ini tercermin pada perkembangan indikator dini hingga Desember 2021, antara lain mobilitas masyarakat yang melampaui level prapandemi, keyakinan konsumen yang kuat, dan penjualan eceran yang meningkat.

"Kemudian Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang bertahan di zona ekspansif, konsumsi listrik sektor industri dan bisnis yang meningkat, serta kinerja positif penjualan kendaraan bermotor dan semen," sambungnya.

Kendati begitu, Menteri Keuangan ini menyebutkan potensi risiko yang perlu diwaspadai semua pihak baik dari sisi domestik maupun global. Hal-hal yang dia maksud erat kaitannya dengan laju perekonomian nasional ke depan.

"Potensi risiko dari sisi domestik terutama terkait kenaikan kasus Covid-19. Sementara potensi risiko global antara lain gangguan rantai pasok di tengah kenaikan permintaan yang mendorong peningkatan tekanan inflasi terutama akibat kenaikan harga energi," paparnya.

Selain itu, potensi risiko lainnya, disebutkan Sri Mulyani, adalah berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global yang sejalan dengan percepatan kebijakan normalisasi The Fed dalam merespons tekanan inflasi AS.

"Tekanan inflasi AS yang meningkat pada Desember 2021 sebesar 7,0 persen secara tahunan, serta peningkatan tensi geopolitik di kawasan Baltik," demikian Sri Mulyani.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya