Berita

Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin hadiri Harlah ke-96 Nahdlatul Ulama/Ist

Politik

Tempel Jokowi jadi Bagian Penetrasi Puan ke PBNU dan Nahdliyin

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 15:14 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kedekatan yang ditunjukkan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, dengan Presiden Joko Widodo, dalam acara pengukuhan kepengurusan PBNU periode 2022-2027 pada Senin (31/1), bagian dari penetrasi atau penerobosan.

Begitu pendapat Dosen Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menanggapi fenomena politik yang terjadi saat jajaran kepengurusan Ketua Tanfidziyah PBNU Yahya Cholil Staquf dikukuhkan.  

"Tentu saja Puan ini adalah orang yang dijagokan juga untuk Pilpres (2024) yang mestinya membangun jembatan pengertian dengan sejumlah stakeholder," ujar Adi Prayitno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/2).


Kehadiran Puan dalam acara pengukuhan PBNU, menunjukkan bahwa dirinya yang merupakan representasi partai nasionalis bisa dekat dengan masyarakat beragama, utamanya kelompok islam tengah.

Bahkan menariknya, Adi memandang sikap Puan yang selalu bersama Jokowi dalam momentum tersebut mempertegas sikapnya yang ingin masuk ke lingkungan PBNU.

Karena selama ini, salah satu ormas islam terbesar di Indonesia ini, secara politik kerap diidentikan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang tengah dipimpin Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

"Ini bagian dari penetrasi Puan kepada PBNU dan kaum Nahdliyin, yang mana tidak dikunci hanya milik PKB dan Cak Imin," tuturnya.

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini, seebelumnya tidak ada parpol yang berani penetrasi ke NU. Karena pintu masuk ke kelompok ini di era sebelum Gus Yahya ditutup, sementara di periode sekarang terbuka lebar.

Katanya, hal itu terlihat dari sikap Gus Yahya yang tidak ingin PBNU dijadikan alat politik oleh PKB dan termasuk oleh Ketua Umumnya, Cak Imin.

"NU sebelumnya sangat Cak Imin dan PKB minded, pintu NU-nya ditutup, kalau wajah PBNU sekarang dibuka," demikian Adi.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya