Berita

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas saat hadiri pengukuhan PBNU periode 2022-2027/Ist

Politik

Hadiri Pengukuhan PBNU, Menag Yaqut: Kerja NU untuk Bangsa Harus Dijaga

SELASA, 01 FEBRUARI 2022 | 02:24 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menaruh harapan besar agar Nahdlatul Ulama (NU) terus menebarkan kiprah positif kepada bangsa Indonesia.

Harapan itu disampaikan Yaqut saat menghadiri pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2027 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin pagi (31/1). Acara pengukuhan bertepatan dengan hari lahir ke 96 NU.

Yaqut menjelaskan, selama ini kiprah NU di bidang persatuan dan pembangunan bangsa tidak dapat diragukan. Ia berharap, hubungan baik NU dan pemerintah terus berlangsung dengan baik.


“Kementerian Agama berharap agar relasi positif ini terus terjaga dan lebih baik di masa depan,” ujar Menag Yaqut.

Politisi PKB itu optimis PBNU di bawah kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Tanfidziyah akan mampu melanjutkan kiprah NU selama ini.

Ia mengakui tantangan yang dihadapi organisasi makin kompleks dan luas. Meski demikian, ia yakin dengan dukungan kader-kader potensial serta program yang terukur, NU akan bisa melewati kondisi zaman dengan baik.

Menag mengungkapkan, NU dan Kemenag sudah membangun banyak program strategis. Beberapa program itu diantaranya: penguatan moderasi beragama, pemberdayaan pesantren, pembinaan juru dakwah atau penyuluh agama dan afirmasi terhadap para santri.

Atas kerja strategis itu, Menag berharap, kerjasama yang sudah terbangun dengan baik ini terus ditingkatkan. Tujuan besarnya, menciptakan sumber daya manusia yang religius, cerdas, sekaligus memiliki cara pandang hidup yang moderat.

Dengan bekal itu, Menag yakin kerukunan beragama di Indonesia akan kian kokoh dan toleransi terwujud dengan baik.

“Bagi Kemenag, NU juga menjadi salah satu motor utama penguatan toleransi bangsa melalui prinsip-prinsip perjuangannya selama ini seperti tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal,” pungkas Menag.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Virus Hanta, Politik Ketakutan, dan Bayang-Bayang Bisnis Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:22

Bocah di Tapteng Diduga Dipukuli Ayahnya Gegara Telat Pulang

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:00

Jokowi dan Relawan Bersiap Blusukan

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:42

DPRD DKI Geber Ranperda RPPLH dan Pembangunan Keluarga

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:19

MUI: Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla Bentuk Ketakutan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:04

Evaluasi Otsus Papua!

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:47

Arinal Djunaidi Ajukan Praperadilan ke PN Tanjungkarang

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:11

Beruang Liar Serang Petani Sawit di Musi Rawas

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:08

Pramono Klaim Arena Ring Tinju Bikin Tawuran Turun Drastis

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:26

Tiket Kereta Daop 2 Bandung Laris Manis Selama Libur Panjang

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:15

Selengkapnya