Berita

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) PB PMII Robiatul Adawiyah/RMOL

Politik

PB PMII Ingatkan Bamsoet PPHN Bukan Sekadar Proyek Politik

SENIN, 31 JANUARI 2022 | 01:11 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Setelah Undang Undang Ibu Kota Negara disahkan, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mewacanakan pentingnya menghadirkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Tujuannya, untuk menguatkan sisi politik atas proses pembangunan IKN di Kalimantan Timur.

Politisi yang karib disapa Bamsoet itu mengatakan, jika hanya mengandalkan UU yang menjadi objek legislatif review di DPR serta judicial review di Mahkamah Konstitusi, pembangunan IKN sangat rawan terhenti di tengah jalan. Baik karena alasan politis maupun alasan lainnya.

Merespons hal itu, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengingatkan Ketua MPR RI bahwa dibentuknya PPHN bukan sekadar proyek politik.


Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) PB PMII Robiatul Adawiyah mengatakan, PPHN harus merujuk pada zaman. Kata aktivis yang karib disapa Wiwik ini, konsep PPHN konsep harus spesifik, konkret dan tidak boleh abai terhadap dinamika dunia modern.

“Misal sebelumnya kita sudah punya Garis Besar Haluan Negara (GBHN), yang secara substansial merupakan naskah pidato Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1959, atau yang biasa dikenal sebagai Manifesto Politik Indonesia (Manipol) berjudul Penemuan Kembali Revolusi Kita, di dalamnya berisi tujuan yang sesuai namanya, 'garis besar'. Kini PPHN jangan cuma mengadopsi saja, harus termuat tujuan jangka-pendek dan tujuan jangka-panjang,” jelas Wiwik kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu siang (30/1).

Mantan Ketua Cabang PMII Jakarta Timur ini menjelaskan, dalam merumuskan tujuan jangka-pendek, harus mengedepankan program-program Kabinet Kerja yang berkaitan dengan sandang pangan, keamanan, serta melanjutkan perjuangan antiimperialisme.

Sementara tujuan jangka panjangnya, ditambahkan Wiwik, harus fokus terhadap pencapaian masyarakat yang adil dan makmur, terlaksananya Pendidikan yang berkualitas, dan mencapai dasar-dasar perdamaian dunia yang kekal dan abadi.

Di lain sisi, Aktivis asli Jakarta ini menyarankan, proses penyusunan PPHN melihat latar belakang filosofis, sosiologis, antropologis, dan historis dalam mempertimbangkan perumusan yuridis.

“Dalam penyusunannya, nilai-nilai dan norma dasar yang hidup dalam masyarakat dan dalam praktik penyelenggaraan negara harus turut mempengaruhi perumusan suatu norma ke dalam naskah yuridis, karena itu akan memberi pengaruh terhadap seluruh sistem dan konstitusi kita,” pungkas Wiwi.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya