Berita

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono/Ist

Politik

Mujiyono Terpilih Pimpin Demokrat DKI, Seluruh Kader Diimbau Beri Kritikan

JUMAT, 28 JANUARI 2022 | 10:09 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat diimbau untuk mengkritik kepemimpinan Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, yang baru saja terpilih.

Hal ini ditegaskan Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Taufik Hidayat atau akrab disapa Tope melalui akun Twitter-nya yang dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (28/1).

“Saya berharap, nantinya seluruh kader, simpatisan Partai Demokrat dan masyarakat Jakarta untuk bisa memberikan kritik yang keras dan tajam kepada Ketua DPD Demokrat Jakarta terpilih, Mas Mujiyono, SE,” tulis Tope di akun Twitter @TRendusara.


Tope berpandangan, kritik adalah proses wajar dalam relasi demokrasi. Dia meyakini, kritik akan membuat demokrasi bekerja dan bukan merupakan sebuah kejahatan.

“Setajam apapun kritik ia bukan kejahatan. Kritik adalah cara warganegara memastikan kekuasaan diselenggarakan sebagaimana mestinya,” jelas Tope.

Tope menjelaskan, saat kritik dilarang, yang tersisa hanyalah puja-puji. Termasuk dalam penetapan Mujiyono sebagai Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta. Dengan tidak adanya kritik menandakan demokrasi telah mati.

“Pada titik ini (tidak ada kritik) sesungguhnya demokrasi telah mati. Dan, kekuasaan akan kehilangan legitimasi. Selamat menjalankan amanat sebagai ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta,” kata Tope.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memilih Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, untuk menjadi Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta periode 2021-2026.

AHY menilai Mujiyono merupakan kader yang paling cocok untuk memimpin Partai Demokrat DKI Jakarta dalam menghadapi Pemilu 2024.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya