Berita

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan/RMOL

Politik

PAN Tegas Bakal Perjuangkan Islam Inklusif dan Toleran

KAMIS, 27 JANUARI 2022 | 06:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Islam yang inklusif dan toleran jadi poin penting yang akan terus diperjuangkan Partai Amanat Nasional (PAN). Termasuk pula untuk saling menghargai perbedaan yang ada.

"PAN ingin memberi garis tegas bahwa kami adalah partai yang memperjuangkan Islam inklusif, toleran, dan saling menghargai dalam keberagaman," ucap Sekjen PAN, Eddy Soeparno, dalam keterangannya, Kamis (28/1).

Eddy menambahkan, gagasan Islam tengah adalah penegasan platform PAN sebagai partai berbasis Islam moderat, modern, dan tradisional.


Lebih jauh, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI itu menjelaskan bahwa gagasan Islam tengah ini lahir dari keprihatinan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, tentang ancaman radikalisme agama di satu sisi, juga fanatisme kebangsaan di sisi yang lain.

"Karena itu, PAN percaya bahwa Islam tengah adalah jalan terbaik bagi Indonesia sebagai negara demokrasi dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Ini yang menjadi jalan politik PAN. Politik kebangsaan," papar anggota DPR Dapil Jawa Barat III itu.

Gagasan Islam tengah ini akan digaungkan Zulkifli Hasan melalui pidato kebudayaan. Pidato bertajuk "Indonesia Butuh Islam Tengah" ini akan digelar di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Sabtu (29/1/2022).

"Saya akan sampaikan secara utuh dalam pidato kebudayaan nanti. Mudah-mudahan bermanfaat bagi bangsa dan negara," ucap Zulhas.

Sejumlah pejabat pemerintah, langganan survei kandidat capres 2024, turut diundang dalam acara pidato nanti. Seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketum ICMI Prof Arief Satria juga direncanakan hadir.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya